H-6 Sebelum Pembukaan, Sidoarjo Raih Posisi Kedua, Kota Malang Tersingkir Ke Posisi 3, Panitia Lokal Malang Raya Mulai Bertindak Culas, Tidak Sportif
Malang, 22/06/2025
Kurang 6 hari dari Upacara Pembukaan PORPROV Jatim IX/2025, lebih dari 250 buah medali sudah diperebutkan oleh 38 Kontingen Kota Kabupaten seluruh Provinsi Jawa Timur. Sampai Minggu dini hari (22/06) Masih ada 8 Kota Kabupaten yang belum berhasil mengumpulkan medali satu pun.
Surabaya kembali memimpin di posisi pertama dengan total 50 medali dan point sebesar 127 menyingkirkan kota Malang yang mengumpulkan kurang dari setengah medali Kota Surabaya.Kota Malang Tersingkir ke posisi ketiga dengan point 65. Selama beberapa hari sebelum nya posisi Kota Malang selalu berada di posisi pertama, meninggalkan Surabaya dan kota kabupaten lain di Jawa Timur. Akan tetapi hasil sementara Minggu dini hari (22/06) menyingkirkan Kota Malang jatuh ke posisi tiga
Sementara itu Kabupaten Sidoarjo dengan 34 medali merangsek ke posisi runner up dengan point 82.
Perebutan medali ini terjadi sangat seru di sejumlah cabang olah raga yang digelar bahkan sebelum event tingkat Provinsi Jawa Timur ini dibuka resmi 28 Juni yang akan datang.
Sebanyak 13 emas berhasil dikumpulkan oleh kontingen Sidoarjo dari 4 cabang olah raga
Cabor Hapkido 1 emas, Cabor Dayung 10 emas, Cabor Tae Kwon Do 1 emas, dan Cabor Dancesport 1 emas
Protes di Cabor Bermotor
Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh Kontingen Sidoarjo rupanya membuat tidak suka panitia penyelenggara lokal. Hal ini terbukti di salah satu Cabor yang dilombakan Sabtu (21/06)
Salah satu tindakan culas, tidak sportif, menciderai prinsip Vini, Vidi, Vici, dan memalukan dilakukan oleh pihak penyelenggara lokal PORPROV IX, adalah upaya menyingkirkan underdog Sidoarjo di event balap motor.
Kemenangan posisi ketiga yang sudah berhasil diraih oleh team beregu Sidoarjo, dihapus secara sepihak dan tiba-tiba oleh Panitia penyelenggara dari Malang Raya.
Penentuan kemenangan yang sebelumnya sudah diumumkan tiba-tiba dicabut secara sepihak dengan alasan teknis yang tidak masuk akal.
Surat Protes IMI Sidoarjo pada perilaku tidak professional panitia penyelenggara Lomba Balap Motor PORPROV IX Malang Raya
Ketentuan teknis yang merupakan tanggung jawab pihak panitia penyelenggara atau Steward malah dibebankan kepada atlet juara yang sudah berhasil finish dengan baik.
Seharusnya team yang melanggar aturan teknis dilarang masuk arena sebelum pertandingan. Akan tetapi verifikasi teknis malah dilakukan oleh panitia setelah lomba selesai dilakukan dan penetapan pemenang sudah dilakukan di atas podium.
IMI Sidoarjo melayangkan surat protes penghapusan dan pengosongan Juara ketiga oleh pihak penyelenggara lomba. Ketua IMI Sidoarjo, Zahlul Yussar, meminta agar bagaimana pun juga posisi juara ketiga tetap harus diisi berdasarkan jumlah pengumpulan point oleh atlet.
"Atlet dengan nilai pelanggan terendah tetap harus ditetapkan sebagai juara ketiga.." kata Zahlul Yussar, menyesalkan dihapus nya team Sidoarjo sebagai pemenang ketiga lomba balap motor PORPROV IX Jawa Timur.
Sejumlah pengamat otomotif yang dihubungi oleh Informatika News Line, juga menyatakan keheranannya pada keputusan aneh yang dilakukan oleh Panitia penyelenggara lomba bermotor PORPROV IX.
" Ambisi juara itu boleh-boleh saja, akan tetapi jika melakukan tindakan tidak professional seperti itu, pasti menciderai Marwah PORPROV IX Jawa Timur....Tindakan ini harus dibawa ke Majelis etik dan kehormatan PORPROV IX Malang Raya...atau bahkan mungkin tidak punya majelis kehormatan dan etik ? Di mana letak good Governance nya ? Event sebesar ini ..? " Kata salah satu pengamat motor Nasional kepada Informatika News Line.
" Memenangkan pertandingan...itu tidak boleh dengan menggunakan cara-cara culas dan licik seperti ini... Justru event olah raga ini harusnya memunculkan pribadi yang baik yang sudah hilang kelicikan dan keculasannya .. itu makna yang ada dalam Vini, Vidi, Vici..."
Laporan: MIG



