Halte Trans Jatim Alun Alun Sidoarjo, Bergeser Di Depan Kantor Telkom/Markas PMI Sidoarjo
Sidoarjo, 6 Juni 2025
Halte alun-alun, Trans Jatim arah Porong, bergeser di depan Markas PMI Kabupaten Sidoarjo sejak Jum'at (06/06). Lokasi tepatnya halte alun-alun ini ada disamping kantor Bank BCA/Bank BRI Cabang Sidoarjo di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo.
Para penumpang Trans Jatim harus berjalan kaki sekitar 100 meter dari lokasi halte sebelum nya. Sebelum nya beberapa penumpang Trans Jatim menyampaikan kebingungan nya karena perubahan lokasi halte alun-alun ini tidak diumumkan di lokasi asal di sisi alun-alun Selatan Sidoarjo.
" Lha ini halte bus trans Jatim nya ada di mana ? Kok hilang.. harus naik dari mana ini kalau mau ke Porong." Kata Tri pekerja di salah satu kawasan Industri Sidoarjo kepada Informatika News Line.
Halte Alun-alun Bergeser di depan Markas PMI Kabupaten Sidoarjo
"Saya mau ke Pasar Porong membeli jeruk untuk minuman. Murah sekali di Pasar Porong. 1 Kg hanya 10 RB. Kalau pandai menawar bisa mendapatkan harga yang lebih murah. Tapi memang gak boleh beli hanya 1 kg, minimal 10 kg, kan Porong itu Pasar Grosir buah.." kata Tri melanjutkan.
Perpindahan ini dilakukan karena area halte di alun-alun Sidoarjo menjadi area tertutup. Proses renovasi besar-besaran kawasan alun alun Sidoarjo menutup area halte alun-alun arah Porong. Sementara halte alun-alun arah ke Bungurasih/Gresik masih tetap bisa berfungsi seperti biasa
Halte trans Jatim alun-alun Sidoarjo termasuk lokasi favorit turun naiknya penumpang Trans Jatim. Mereka yang akan jalan-jalan di alun alun Timur, melihat monumen Jayandaru, atau mau i'tikaf di Masjid Agung Sidoarjo, bisa turun di halte alun-alun Sidoarjo. Akan tetapi sebaiknya i'tikaf nya jangan malam-malam, bisa bisa dikunci oleh takmir Masjid atau diusir gara-gara dianggap mau tidur di Masjid Agung Sidoarjo.
Masjid Agung Sidoarjo sempat viral beberapa tahun terakhir, ketika mengusir sejumlah jamaah yang ikut dalam perayaan 100 tahun NU. Sejumlah gereja di sekitar Masjid Agung memberikan tempat istirahat, tempat berteduh, makanan bahkan ijin untuk tidur di lingkungan gereja Sidoarjo. Akan tetapi Masjid Agung Sidoarjo yang menjadi milik umat malah mengusir mentah-mentah jamaah yang akan i'tikaf, leyeh-leyeh, dan sekedar mengantuk, tertidur karena lelah beberapa saat saja
Padahal menjamu tamu adalah ajaran dalam Agama Islam. Demikian juga melayani Ibnu Sabil yang bahkan tidak punya tempat untuk istirahat barang beberapa saat. Pemahaman konsep agama yang salah yang pernah dipraktekkan, bahkan mungkin sampai saat ini. Tak lagi ada orang yang berani uji coba tertidur di lantai utama (lantai 2) kecuali memang mau uji coba diusir kembali. Meski pihak pengelola masjid menolak pernyataan yang mengatakan mereka mengusir jamaah yang tertidur di dalam masjid, akan tetapi tidak satu orang pun yang sekarang berani mencoba-coba kembali.
" Ah kita tidak mengusir, tapi kita sudah menyiapkan lokasi lain, bagi jamaah yang mau tidur. Nanti malah mengganggu jamaah lain yang sedang beribadah .." kata salah satu anggota takmir Masjid Agung.
Di masa Rasulullah dan para sahabat, masjid memang bukan menjadi tempat untuk tidur, akan tetapi tetap memberikan tempat bagi Ibnu Sabil yang memang membutuhkan istirahat beberapa saat, sebelum yang bersangkutan meneruskan aktivitas kehidupan di luar Masjid.
****
Selain ke Masjid Agung, halte Trans ini adalah halte terdekat ke kantor Pemkab Sidoarjo, Rumah Dinas Pringgitan Bupati, Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Youth Centre, Lapas Sidoarjo, Kantor PMI, Kantor PLN, Balai Wartawan dan sejumlah lokasi layanan publik yang lain.
Laporan: TNTW



