Akhirnya Damai Juga
Rabu, 25/02025
Perang dengan potensi kehancuran yang mengerikan akhirnya berhenti, Rabu (25/06), setelah Dewan Pertahanan Iran menyambut seruan penghentian pertempuran yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Selasa (24/06). Seruan Donald Trump segera disambut baik oleh Israel, Selasa (24/06), akan tetapi Iran awalnya masih belum menanggapi seruan ini.
Rentetan serangan Iran masih menghantam Israel dan kemudian menghantam beberapa sasaran pangkalan militer Amerika Serikat di Doha Qatar.
Akan tetapi Amerika Serikat tidak terlalu marah dengan serangan ke Pangkalan militer nya. Donald Trump malah mengatakan bahwa serangan yang dilakukan Iran dalam katagori serangan yang lemah.
Setelah sempat membuat khawatir terjadi insiden perang yang lebih besar, seruan Tiongkok yang memperkokoh usulan damai Donald Trump memberikan harapan berhenti nya peperangan.
Syukurlah peperangan kemudian berhenti setelah Dewan Keamanan Tertinggi Iran menyampaikan bahwa pihaknya mengumumkan gencatan senjata.
Pengumuman ini membuat lega warga Teheran dan Tel Aviv yang sudah merasakan kengerian dan kehancuran parah akibat perang beberapa hari terakhir. Ribuan korban tewas dan terluka parah menjadi tumbal gencatan senjata ini.
Peperangan yang telah terjadi mendekati setengah bulan itu berakhir. Akan tetapi situs berita Pemerintah Iran Irna, sampai Rabu (25/06) pagi, masih belum beroperasi normal kembali.
Perang membuat ribuan warga mencoba pergi mengungsi baik dari Teheran, maupun dari kota kota Israel yang hancur.
Belum diketahui bagaimana nasib peperangan yang telah membantai ribuan warga Palestina.
Warga dunia berharap peperangan juga berhenti di Palestina.
Ratusan pelajar dan mahasiswa Indonesia yang berada di Iran diungsikan ke Azerbaijan yang merupakan zona aman dari serangan kedua negara yang bertikai.
Sempat terjadi saling silang data jumlah warga Indonesia yang berada di Iran. Data Informatika News Line mencatat ada 3 ribuan warga Indonesia yang sebagian besar adalah mahasiswa di Kota Qum Iran. Akan tetapi data ini dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia yang ada di Iran. Menurut data Kementerian Luar Negeri, jumlah warga negara Indonesia hanya puluhan saja, tidak mencapai ratusan bahkan ribuan.
Kedutaan besar Republik Indonesia di Iran mengungsikan sebanyak 95 an warga negara Indonesia. Dan menurut pihak kedutaan sudah tidak ada lagi warga Indonesia di Iran.
Data ini simpang siur. Sementara sebuah lembaga merilis jumlah warga Indonesia di Iran mencapai 12 ribu orang. Yang buru-buru ditolak oleh pihak Kemenlu.
" Hanya beberapa puluh orang saja warga Indonesia di Iran....tidak banyak..." Menurut versi Kemenlu.
Sementara itu data base ikatan pelajar Indonesia yang ada di Iran sendiri mencatat ada 500 an pelajar dan mahasiswa yang ada di Iran.
Sampai berita ini dituliskan masih tidak diketahui sebenarnya berapa jumlah warga Indonesia yang ada di Iran.
Merilis jumlah warga Indonesia di Iran mencapai 12 ribu orang. Yang buru-buru ditolak oleh pihak Kemenlu.
" Hanya beberapa puluh orang saja warga Indonesia di Iran....tidak banyak..." Menurut versi Kemenlu.
Sementara itu data base ikatan pelajar Indonesia yang ada di Iran sendiri mencatat ada 500 an pelajar dan mahasiswa yang ada di Iran.
Sampai berita ini dituliskan masih tidak diketahui sebenarnya berapa jumlah warga Indonesia yang ada di Iran.
Sumber data simpang siur antara data Informatika News Line, Data asosiasi pelajar dan mahasiswa Indonesia di Iran, data salah satu organisasi Ahlul Bait Indonesia Iran, dan data Kementerian Luar Negeri.
Laporan: Vijay




