Varian Baru : Lebih dari 50 Orang Tewas, Hampir 90 Puluh Ribu Positif Terinfeksi Covid-19. Hong Kong, Singapura, Dan Thailand Lokasi Serangan Baru, Indonesia Waspada
Bandung, 20/05/2025
Sejumlah lokasi di Asia kembali mengalami serangan mematikan Covid-19. Sebanyak 19 orang tewas karena serangan virus yang mematikan ini. Sementara itu hampir 90 ribu orang terinfeksi dengan berbagai level tingkat keparahan yang berbeda.
Lonjakan infeksi kasus Covid-19 ini terbilang serius dan signifikan. Peningkatan tajam serangan tercatat di Hong Kong, Singapura, dan Thailand. Sejumlah pengamat menyampaikan kemungkinan merebaknya ketakutan dan kekhawatiran baru atas mutasi virus dan menurunnya kekebalan populasi meski vaksinasi telah dilakukan secara meluas. Kekebalan populasi adalah tingkat kemampuan kelompok masyarakat atau publik dalam menghadapi serangan balik Covid-19 yang dibangun oleh tingkat kepatuhan dalam diberikan vaksin.
Baca Juga :
Respons Cepat Kementerian Kesehatan Hadapi Kenaikan Serangan Covid Asia
Di Hong Kong, kasus Covid-19 mingguan melonjak dengan cepat hanya dalam waktu 10 minggu, sementara Singapura mencatat peningkatan hampir 30% hanya dalam waktu semingguan.
Di Thailand dilaporkan merebaknya ribuan kasus baru dan sejumlah kematian, setelah periode libur nasional baru-baru ini. Otoritas kesehatan di ketiga negara kini tengah memperkuat sistem pengawasan dan mendorong vaksinasi ulang, terutama untuk kelompok rentan.
Pemerintah Hong Kong mencatat jumlah kasus mingguan Covid-19 per 10 Mei mencapai 1.042 kasus, naik dari 972 kasus di minggu sebelumnya, dan melonjak drastis dari hanya 33 kasus per minggu pada awal Maret. Kenaikan tajam ini telah berlangsung konsisten selama 2 bulan terakhir. Tingkat positivitas (positivity rate) melonjak dari 0,31% pada awal Maret, menjadi 5,09% di awal April, dan mencapai 13,66% pada minggu kedua Mei. Positive rate ini menunjukkan tingkat sebaran dan juga lemahnya pertahanan tubuh perorangan di Hongkong. Pemerintah Hong Kong juga mencatat hampir 50 kasus parah (fatal: data terakhir mencapai 81 orang dalam kondisi fatal) dalam dua minggu terakhir, termasuk kematian (data terakhir 30 kematian), sebagai dampak dari lonjakan terbaru ini.
Baca Juga :
Respons Cepat Kementerian Kesehatan Hadapi Kenaikan Serangan Covid Asia
"Masyarakat dihimbau menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan secara ketat demi melindungi diri dari infeksi Covid-19 serta mencegah penyebaran penyakit di komunitas," bunyi pernyataan resmi pemerintah Hong Kong.
Sebagai respons atas lonjakan kasus ini, pemerintah Hong Kong merekomendasikan agar kelompok berisiko tinggi, termasuk penderita komorbid dan individu dengan sistem kekebalan lemah, mendapatkan vaksin tambahan setidaknya 6 bulan setelah dosis terakhir atau setelah infeksi, tanpa memperhitungkan jumlah dosis yang telah diterima sebelumnya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan perlindungan populasi dari varian baru dan mencegah lonjakan kasus yang lebih parah.
Sementara itu, di Singapura, lonjakan kasus terjadi cukup cepat. Dalam seminggu terakhir, jumlah kasus naik 30% dari 11.100 kasus (minggu terakhir sampai 27 April) menjadi 14.200 kasus (minggu terakhir sampai 3 Mei). Bersamaan dengan itu, jumlah rata-rata rawat inap harian meningkat dari 102 menjadi 133 pasien.
Pemerintah Singapura menyebutkan bahwa menurunnya kekebalan populasi, menjadi salah satu faktor penyebab lonjakan yang tinggi. Di samping itu Pemerintah Singapura mendeteksi serangan Covid-19 didominasi oleh variant LF.7 dan NB.1.8. Dua varian ini mendominasi lebih dari 70 % kasus di Singapura. Kedua varian ini merupakan turunan dari varian virus JN.1. Sedangkan varian JN.1 merupakan basis yang digunakan untuk pengembangan vaksin yang dibuat oleh Pfizer-BioNTech/Comirnaty, Moderna/Spikevax, dan vaksin Novavax. Beberapa pengamat berhasil menemukan relasi antara varian yang berkembang dengan basis vaksin yang digunakan.
Terlibatnya varian virus JN.1 dengan varian baru yang muncul dan terkait dengan salah satu basis dalam vaksin Covid-19 terbaru ini menunjukkan sebuah indikator penting baru. Kaitan ini menandakan adanya korelasi antara varian yang beredar dan strategi vaksinasi yang sedang berlangsung, dan analisis ini menjadi analisis baru yang membahayakan.
Di Thailand, gelombang baru kasus Covid-19 terjadi setelah musim libur nasional. Sepanjang tahun 2025, Thailand telah mencatat 71.067 infeksi dan 19 kematian akibat virus tersebut. Angka kematian relatif yang tercatat memang cukup rendah dibandingkan gelombang pandemi beberapa tahun yang lalu. Para pakar kesehatan di Thailand menyuarakan kekhawatiran bahwa pelonggaran protokol kesehatan dan rendahnya minat vaksinasi ulang menjadi awal serangan yang terus naik ini. Dan jika ini berlanjut, maka diperkirakan akan dapat memperburuk situasi jika lonjakan terus berlanjut.
Laporan : Vijay

