Perkembangan Teknologi : Betavolt BV100 Bertahan 50 Tahun, Tanpa perlu di charge

 Betavolt BV100 Bertahan 50 Tahun, Tanpa perlu di charge.




Isotop Nikel 63 Disulap Jadi Baterai Seumur Hidup


Bandung, Informatika News Line (16/01/2024)

Nikel yang tampil dalam beragam Isotop, berhasil dimanfaatkan oleh para ahli dari China, menjadi baterai tanpa isi ulang, yang bisa bertahan sampai puluhan tahun, tanpa perlu di charge.

Hasil penelitian tentang Isotop 63 dari Nikel ini dimanfaatkan oleh perusahaan start up dari China menghasilkan Betavolt.

Betavolt, mengklaim produk baterai BV100 ini dapat menghasilkan listrik selama 50 tahun tanpa perlu diisi ulang atau maintenance lagi.



Betavolt yang berbasis di Beijing ini mengatakan bahwa  BV100 adalah baterai pertama yang berhasil meminiaturisasi energi atom Isotop Nikel 63. BV100 menempatkan isotop nickel-63 dalam modul yang berukuran lebih kecil dari sekeping uang logam.

Unsur Nikel (Ni) adalah salah satu unsur sumber daya alam yang berlimpah yang dimiliki oleh Indonesia. Unsur Ni ditemukan dan kemudian berhasil diolah dan berhasil mendapatkan 5 buah isotop stabil dan 30 isotop yang tidak stabil. 

Unsur nikel ini ditemukan dengan berat atom berkisar dari 48Ni hingga 82Ni, dan meliputi

Nikel (28Ni) yang terbentuk secara alami terdiri dari 5 isotop stabil 58Ni, 60Ni, 61Ni, 62Ni dan 64Ni,

58Ni adalah isotop yang paling melimpah ditemukan di alam, sebanyak 68,077% isotop 58Ni ditemukan secara berlimpah di tambang alam.




Sebanyak 26 radioisotop telah berhasil dibuat dalam laboratorium dan ditemukan dengan tiga isotop yang paling stabil adalah 

59Ni dengan waktu paruh 76.000 tahun, 

63Ni dengan waktu paruh 100,1 tahun, dan 

56Ni dengan waktu paruh 6,077 hari.

Sementara itu isotop radioaktif Nikel yang lain, yang berhasil ditemukan memiliki waktu paruh kurang dari 60 jam dan sebagian besar memiliki waktu paruh kurang dari 30 detik.

Hasil peluruhan dari isotop Nikel (Ni) ini berubah menjadi Co (Cobalt), Fe (Besi), Cu (Aluminium), dan ada juga yang tetap dalam bentuk Ni (Nikel).



Nikel-59 membutuhkan waktu paruh 76 ribu tahun untuk meluruh. Jika mampu memanfaatkan karakter peluruhan selama 76 ribu tahun ini, maka akan ditemukan juga batteray yang tidak akan pernah mati sampai 76 ribu tahun.

Betavolt dari China memanfaatkan waktu paruh peluruhan Nikel-63 yang mencapai  100 tahun. Dengan sedikit rekayasa maka Nikel-63 pun disulap menjadi baterai dengan usia operasional tanpa perlu di charge selama 50 tahun lebih.

Selama ini Nikel-63 telah dimanfaatkan untuk mendeteksi jejak bahan peledak, dan digunakan sebagai bahan untuk melindungi lonjakan arus liar pada jenis perangkat elektronik tertentu, yang bisa merusak fungsi peralatan elektronik. Lonjakan arus mendadak akan menghancurkan fungsi perangkat elektronik. Dengan memasang alat dengan inti Nikel-63, maka fungsi peralatan elektronik akan terlindungi.

Pelindung lonjakan arus ini dipasang di komputer dari juga pada detektor penangkapan elektron dalam kromatografi gas untuk mendeteksi gas tertentu, terutama gas halogen. Nikel-63 ini juga diusulkan untuk digunakan sebagai generator betavoltaik mini untuk alat pacu jantung.

Betavolt mengatakan baterai ini sudah memasuki tahap uji coba dan rencananya akan diproduksi massal untuk penggunaan komersial seperti ponsel, drone, dan berbagai perangkat elektronik lainnya.

Press Release Betavolt yang dikutip oleh The Independent Inggris (16/01) menyatakan bahwa baterai energi atom Betavolt dapat memenuhi kebutuhan catu daya yang tahan lama untuk beragam kebutuhan. Seperti perangkat dirgantaraan, peralatan AI, peralatan medis, mikroprosesor, sensor canggih, drone kecil, dan robot mikro," 

Betavolt menjelaskan baterai nuklir ini dapat menghasilkan daya 100 mikrowatt dan tegangan 3V, dengan ukuran 15x15x5 milimeter kubik. Karena ukurannya yang mungil, baterai ini bisa dipasang dalam jumlah banyak untuk menghasilkan energi lebih besar.

Ke depan, perusahaan juga berencana memproduksi baterai dengan daya 1 watt mulai tahun 2025.

Betavolt mengklaim baterai ini tidak mudah terbakar atau meledak dan mampu bekerja pada suhu berkisar antara -60 hingga 120 derajat Celsius.

"Baterai energi atom yang dikembangkan oleh Betavolt benar-benar aman, tidak memiliki radiasi eksternal, dan cocok untuk digunakan pada perangkat medis seperti alat pacu jantung, jantung buatan, dan koklea dalam tubuh manusia," kata press release Betavolt.

"Baterai energi atom ramah lingkungan. Setelah masa peluruhan, 63 isotop tersebut berubah menjadi isotop tembaga yang stabil, non-radioaktif dan tidak menimbulkan ancaman atau mencemari lingkungan," lanjutnya.

Baterai bertenaga nuklir sebenarnya bukan hal baru. Jauh sebelum ini, para ilmuwan di Uni Soviet dan Amerika Serikat mampu mengembangkan teknologi baterai nuklir untuk digunakan di pesawat ruang angkasa, sistem bawah air, dan stasiun ilmiah jarak jauh, namun baterai termonuklir sangat mahal dan ukurannya super besar (VIJAY)





First Published, 16/01/2024







Lebih baru Lebih lama