Surabaya Big Fight 2025: Duel Sengit Para Juara Tinju

 Surabaya Big Fight 2025: Duel Sengit Para Juara Tinju



Perkelahian dan jotosan di ring tinju hanyalah olah raga, akan tetapi perkelahian dan pukulan di luar ring tinju adalah pidana....fahamilah bagaimana aturan aturan hukum itu berada di setiap tempat, waktu, event dan kesempatan yang beragam, berbeda-beda


Surabaya, Informatika News Line, 22/02/2025
Surabaya Big Fight 2025 kembali digelar di Lapangan Surabaya Expo Center, Taman Remaja (THR) Surabaya, Sabtu (22/02). Turnamen ini mempertemukan 16 petinju terbaik dalam 10 pertandingan kategori amatir dan 8 pertandingan profesional. Mereka bertarung memperebutkan delapan sabuk emas bergengsi serta trofi juara amatir dari berbagai pihak.

Sabuk emas yang diperebutkan dalam event adu kekuatan jotos ini adalah Sabuk Emas Wali Kota Surabaya, Sabuk Emas Kapolrestabes Surabaya, Sabuk Emas Dandim 0830 Surabaya, Sabuk Emas Kajari Surabaya, Sabuk Emas PT KAI Daop 8 Surabaya, Sabuk Emas Aliansi Madura Indonesia (AMI), Sabuk Emas Pangdam V/Brawijaya, Sabuk Emas Pusura Super Fight




Pertarungan Sengit 

Bripda Syaiful Luqman, yang dikenal dengan nama ring Joe Lukman, dari Sat Sabhara Polresta Malang Kota, sukses meraih Sabuk Emas Kapolrestabes Surabaya. Bertanding di kelas terbang 49 kg, ia tampil dominan dan berhasil menumbangkan Dai Kurniawan dari Kediri dengan kemenangan KO di ronde keempat.

Sementara itu, Sertu Marinir Hartono Arsad dari Sasana Amphibi Boxing Camp Marinir sukses mengamankan Sabuk Emas Wali Kota Surabaya di kelas welter ringan 63,5 kg. Dalam duel ketat, ia menang angka mutlak atas Setyo Tiomar dari Fake Fighter Sukoharjo.

Di kelas berat, Rabowo Surya mencatat kemenangan cepat dengan KO di ronde pertama dan membawa pulang Sabuk Emas PT KAI Daop 8 Surabaya. Ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem tinju kelas berat di Indonesia agar lebih berkembang.

Di kategori amatir, Pratu Marinir Raden Wijaya meraih juara dua di kelas bulu 57 kg, membuktikan bakat besar yang dimilikinya untuk melangkah ke jenjang profesional.


Dukungan Masyarakat Surabaya 

Ajang ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Kolonel Inf Didin Nasrudin Darsono, menegaskan pentingnya event ini sebagai ajang pencarian bakat.

"Kami ingin Surabaya terus melahirkan petinju-petinju muda berbakat yang bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional," kata Didin.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce, juga mengapresiasi kejuaraan ini sebagai bagian dari pembinaan atlet tinju nasional.

"Surabaya Big Fight menjadi bukti bahwa olahraga tinju masih memiliki tempat spesial di hati masyarakat. Kami ingin Surabaya menjadi pusat perkembangan tinju nasional," ujar Pasma Royce.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan bahwa ajang ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Surabaya.

"Kami ingin menghidupkan kembali semangat tinju di Surabaya. Jika animo masyarakat terus meningkat, kami akan menggelar event ini secara rutin setiap tahun," ujar Hidayat.


Tradisi Tahunan  

Surabaya Big Fight menjadi tradisi olah raga tahunan yang melahirkan banyak juara dan meningkatkan gairah tinju di Indonesia. Pada tahun 2024 yang lalu, ajang ini juga mencatat kesuksesan dengan menghadirkan pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi.

Promotor "Surabaya Big Fight", Didi Bambang Susianto, menambahkan bahwa event ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pembinaan generasi muda.

"Kami ingin memberikan wadah bagi anak-anak muda Surabaya agar mereka bisa menyalurkan bakatnya di olahraga tinju, bukan dalam aksi perkelahian di jalanan. Harapannya, mereka bisa menjadi atlet berprestasi," jelas Didi.

Dengan kesuksesan penyelenggaraan tahun ini, Surabaya Big Fight semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu turnamen tinju terbesar di Tanah Air. Dukungan penuh dari berbagai pihak menunjukkan bahwa tinju tetap menjadi olahraga yang diminati dan memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Indonesia. (MIG) 







Lebih baru Lebih lama