KPU Trenggalek: Ipin-Syah Menang Telak 80 Persen, Kanvaskan Bumbung Kosong

KPU Trenggalek: Ipin-Syah Menang Telak 80 Persen, Kanvaskan Bumbung Kosong

 


 

Trenggalek, Informatika News Line (04/12/2024)

Pasangan calon tunggal Trenggalek Mochamad Nur Arifin -Syah Mohammad Natanegara (Ipin-Syah) menang 80,8 persen dalam rekapitulasi KPU. Sementara itu lawannya bumbung kosong (kotak kosong) hanya memperoleh 19,2 persen suara saja.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek Istatiin Nafiah, mengatakan sesuai dengan rekapitulasi di tingkat kabupaten, Ipin-Syah unggul di seluruh kecamatan dengan mendapatkan 282.576 suara, sedangkan kotak kosong meraih 67.131 suara.

"Setelah ditandatangani oleh komisioner dan saksi akan kami jadikan SK (Surat Keputusan) terkait dengan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara untuk Pilkada Trenggalek," kata Istatiin, Rabu (4/12/2024).


 

Proses rekapitulasi yang digelar di Ballroom Hotel Jaas Permai Trenggalek tersebut berjalan lancar dan tidak ada yang mengajukan keberatan atas hasil perolehan suara.

Meskipun demikian dari hasil rekapitulasi teenyata terungkap adanya penurunan tingkat partisipasi pemilih, terutama jika dibandingkan dengan Pilkada 2020 yang lalu.

"Pada Pilkada 2020 itu tingkat partisipasi pemilih mencapai 67,9 persen, sedangkan untuk pilkada saat ini 62,51 persen. Jadi ada penurunan 5,39 persen," kata Komisioner KPU Trenggalek, Imam Nur Hadi.

Imam Nur Hadi mengakui turunnya angka partisipasi masyarakat tersebut terkait banyak faktor. Bukan hanya semata mata karena hanya ada calon tunggal saja. Lebih banyak masalah teknis yang membuat turunnya angka partisipasi 5 persen lebih tersebut.

"Adanya calon tunggal dan tidak ada calon lain pasti berpengaruh. Akan tetapi dalam catatan KPU, ternyata jumlah TPS mengalami penurunan. Ada pengurangan ratusan TPS pada Pilkada 2024. Pada Pilkada 2020 TPS-nya ada 1.550, Pilkada 2015 ada 1.300 TPS, pada Pilkada 2024 hanya ada TPS 1115 saja. Jumlah penurunan TPS ini berpengaruh juga, mungkin terhadap jauh dekatnya pemilih dengan dengan lokasi TPS," kata Nur Hadi.

 

Baca Juga :  KPU Jawa Timur ada 5 calon tunggal, Perpanjangan Pendaftaran 2-4 September 

 

Selain itu dari hasil rekapitulasi, dalam laporan ternyata terungkap juga ada banyak surat panggilan memilih yang tidak bisa tersampaikan ke pemilih karena berbagai sebab yang kompleks. Pemilih telah meninggal dunia, pemilih yang tidak diketahui alamat keberadaan lengkapnya, karena telah pindah domisili, dan sebagainya.

"Kemudian banyak juga pemilih yang berada di luar kota yang enggan pulang untuk memilih," kata Nur Hadi.

Imam Nur Hadi menegaskan bahwa turunnya partisi pemilih yang ada tetap tidak menghilangkan legitimasi dari hasil pilkada 2024.


Laporan : SGDIK










Lebih baru Lebih lama