Seni Bela Diri : Titik Lemah Tubuh Manusia
Bandung, 27 Oktober 2024
Baru baru ini salah satu kru jurnalis Informatika News Line mendapatkan serangan yang membahayakan dari salah satu subyek tulisan yang merasa terganggu dengan tulisan Informatika News Line.
Serangan diberikan dalam bentuk yang halus dengan pendekatan personal fisik. Akan tetapi jika dianalisis serangan ini sebenarnya menyasar titik paling lemah dari manusia.
Korban serangan ini adalah jurnalis Informatika News Line, Jalal (49 tahun). Dalam sebuah acara liputan seorang yang mengaku jurnalis memberikan salam persahabatan dengan menekan titik leher belakang jurnalis Jalal. Sontak Jalal yang terkejut menarik tangan penyerangnya yang kemudian pergi lari karena itikadnya mencelakai jurnalis Jalal gagal.
Baca Juga : Mayjen (Pur). Dr. E. Marzuki Nalapraya : Silat Is About How To Become A Nobel Man
Akan tetapi meskipun upaya nya gagal, Jurnalis Jalal yang saat itu sedang meliput acara Pilkada di sebuah Hotel di salah satu kota di Pulau Jawa, merasakan pusing yang berkepanjangan sampai esok hari nya.
Beberapa rekan jurnalis meminta Jalal melaporkan penyerangan itu ke pihak berwajib. Akan tetapi Jalal menolak.
"Apa yang harus saya lakukan? Dia menggunakan jari nya untuk menekan leher belakang saya di bawah telinga kiri agak ke belakang.... Itu lebih tampak oleh orang lain dan mungkin CCTV di lokasi sebagai salam persahabatan yang tidak lucu...." Kata Jalal.
Meskipun salam persahabatan itu membuat Jalal merasakan pusing yang lumayan.
" Tapi syukur Alhamdulillah pusing saya sudah mulai sedikit berkurang... Insya Allah tidak apa-apa..." Kata Jalal.
Melaporkan kejadian seperti itu kepada pihak berwajib tidak memecahkan masalah, karena serangan yang dilakukan menggunakan pendekatan social engineering. Ini adalah sebuah serangan yang membahayakan, seolah olah memberikan salam akrab, akan tetapi yang sebenarnya adalah upaya menyerang secara fatal.
Jalal menceritakan bahwa beberapa hari belakangan memang sedang membongkar identitas gadungan orang yang mengaku professional ini. Ini pasangan dari seorang oknum TNI kolonel Angkatan Laut yang sedang melakukan perselingkuhan dengan seorang yang mengaku Professor yang rumahnya ada di pinggir hutan, sebuah kota di Pulau Jawa.
"Dua orang ini berselingkuh dan ketahuan identitas palsu mereka... mungkin mereka marah identitas nya terbongkar...." Kata Jalal.
Tidak mudah menghadapi mereka seperti ini. Serangan menggunakan teknik social engineering ini adalah serangan yang berbahaya. Karena menyasar personal dengan pendekatan yang halus dan tidak terlihat.
Baca Juga :
Seni Bela Diri : Titik Lemah Tubuh Manusia
Silat Sabeni, Mampukah Bertahan Di Geliat Metropolitan Jakarta?
Lomba Seni Tradisi Pencak Silat Priangan Open 2024 Akan Di Gelar Selama 3 Hari
Melaporkan kepada pihak berwajib juga tidak mudah, karena dampak serangan hanya dirasakan oleh pihak yang diserang, sementara dihadapan publik yang disebut serangan itu terlihat sebagai pendekatan personal persahabatan saja. (Vijay)
.jpeg)
.jpeg)