Bulan dan Mars, India lanjut Ke Planet Venus, Kalau Indonesia ? Ke Planet Senen Aja ? Planet Apa Itu ?

 Bulan dan Mars, India lanjut Ke Planet Venus, Kalau Indonesia ? Ke Planet Senen Aja ? Planet Apa Itu ?




India, 1 Oktober 2024

Pemerintah India menyetujui proyek luar angkasa terbaru Kunjungan ke Planet Venus dan membuat stasiun luar angkasa adalah dua proyek prestisius yang direncanakan oleh India, setelah berhasil dengan proyek pengiriman wahana tanpa awak ke Bulan dan Planet Mars

India tercatat sudah berhasil mengirimkan misi ke Bulan dan Mars beberapa waktu yang lalu. Tujuan berikutnya yang ingin diraih India adalah menjangkau Planet Venus. 

Pemerintah India memutuskan memberikan lampu hijau untuk sejumlah proyek utama luar angkasa, Minggu (22/09).

Proyek prestisius ruang angkasa itu meliputi (1) pengembalian sampel bulan dari wahana Chandrayaan-4, (2) mengorbit Planet Venus, (3) Pengembangan modul stasiun luar angkasa pertama, dan (4) pengembangan roket baru Soorya. Roket Soorya digadang-gadang akan menjadi  pesaing roket Falcon 9 milik SpaceX.

Masih belum puas dengan hasil penjelajahan angkasa tanpa awak, India memutuskan akan mengirimkan Astronot pertama nya ke luar angkasa pada tahun 2040.



Kompleksitas misi antariksa India ini akan menyediakan teknologi dan kemampuan dasar, untuk mendaratkan astronot India pertama kalinya di Bulan pada tahun 2040.

"Misi-misi yang dilakukan ini akan memungkinkan India mandiri dalam teknologi dasar yang penting untuk misi berawak, pengiriman sampel Bulan, dan analisis ilmiah sampel Bulan. 

Untuk mewujudkan itu semua nya akan ada keterlibatan yang signifikan dari industri India," demikian release media dari Pemerintah India.

Guna merealisasikan niatan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran melimpah. Sebuah investasi besar yang menurut para pejabat diyakini dapat mendorong partisipasi maksimal dari sektor swasta yang sedang berkembang di negara tersebut.

Anggaran misi luar angkasa ini baru diketok palu pada Rabu (18/9) oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi. Keputusan tersebut disahkan dalam kurun waktu 100 hari sejak masa jabatan ketiga pemerintahan baru Narendra Modi.

Venus Orbiter Mission (VOM) akan membuat India mengembangkan dan meluncurkan wahana antariksa yang ditargetkan dapat diluncurkan pada Maret 2028. Eksplorasi planet panas ini untuk mengetahui bagaimana lingkungan Venus berbeda secara signifikan dengan Bumi.

 Venus menjadi sangat menarik diteliti, karena digadang-gadang memiliki kandungan biomarket fosfin.

Anggaran Pemerintah India untuk ISRO dalam menjalankan VOM itu sebesar 149 juta US Dollar atau sekitar Rp 2,2 triliun. Sedangkan pengembangan wahana ruang angkasa mencapai USD 99 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Proyek selanjutnya, yang akan segera dilakukan oleh India adalah pengembalian sampel Bulan yang dilakukan Chandrayaan-4. Dengan alokasi dana USD 253 juta atau 3,8 triliun, India akan memanfaatkan dua roket LVM 3 untuk mengambil sampel dari Bulan.

Kemudian, proyek pengembangan modul luar angkasa berawak bernama Gaganyaan juga disetujui oleh Pemerintah India, dengan persetujuan ISRO (India Space Research Organization) mengerjakan Bharatiya Antariksh Station (BAS) pertama.

"Untuk mencapai tujuan ini, ISRO akan melaksanakan empat misi di bawah Program Gaganyaan yang sedang berlangsung pada 2026 dan pengembangan modul pertama BAS dan empat misi untuk demonstrasi dan validasi berbagai teknologi untuk BAS pada Desember 2028," kata release pemerintah India tersebut.

Anggaran Gaganyaan diperluas dari USD 1,35 miliar atau sekitar Rp 20,4 triliun menjadi USD 432 juta atau sekitar Rp 6,5 triliun.

Sementara itu proyek lain untuk mengembangkan roket yang bisa dipakai kembali ke Bumi, menjadi prioritas proyek luar angkasa India berikut nya.

Next Generation Launch Vehicle (NGLV) adalah roket yang akan dibuat lewat proyek ini. Roket ini menjadi langkah besar India dalam membangun stasiun luar angkasa Bharatiya Antariksh, dan memungkinkan pendaratan berawak di Bulan pada 2040.

India menyebutkan bahwa NGLV dirancang untuk membawa muatan tiga kali lebih banyak dari LVM3 saat ini dengan biaya 1,5 kali lebih murah. Konsep roket yang 'daur ulang' ini adalah salah satu konsep yang juga dipakai oleh roket Falcon 9, SpaceX.

Proyek roket ini dialokasikan memakan anggaran sebesar USD 994 juta atau sekitar Rp 15 triliun. Tahap pengembanganya akan mencakup tiga uji terbang selama delapan tahun.


Detil Venus Destination

ISRO sendiri menargetkan peluncuran misi ke Planet Venus ini di Bulan Maret tahun 2028. Perhitungan waktu tempuh dari Bumi menuju planet Venus ditentukan selama 112 hari.

Budget dana peluncuran bahkan sudah disetujui oleh Sidang Kabinet India pada Selasa (1/10) dengan tajuk Venus Orbiter Mission (VOM).

Waktu peluncuran juga sudah ditentukan oleh ISRO pada 29 Maret 2028 dan sampai di orbit Planet Venus pada tanggal 19 Juli 2028.

Roket Launch Vehicle Mark 3 (LVM 3) akan digunakan untuk melontarkan wahana penelitian ini ke Planet Venus.

Berdasarkan analisis dari ISRO, Planet Venus mengalami kenaikan aktivitas vulkanis yang lebih dari biasanya.

"LVM3 akan membawa wahana penelitian ruang angkasa itu ke posisi EPO (Elliptical Parking Orbit) yang memiliki ketinggian 170 km x 36.000 km dari permukaan planet Venus.  EPO ini juga memiliki derajat inklinasi sebesar 21,5 derajat dan nilai AOP (Argument Of Perigee) sebesar 178 derajat.


Proyek Luar Angkasa Indonesia ?

Untuk kawasan Asia, negara yang paling berkembang di bidang antariksa adalah India dan China. 

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Cukup ke Planet Senen saja  ....Mana itu Tuh ?....Bukan di IKN pasti.

Beberapa riset yang dilakukan di BRIN telah berhasil membuat proto type roket pendorong dan juga bahkan beberapa satelit dalam konteks uji coba. 

Jika dilihat dari sisi peluncuran wahana ke ruang angkasa, lokasi khatulistiwa Indonesia adalah lokasi terbaik untuk peluncuran wahana ke luar angkasa. Biak adalah salah satu lokasi terbaik untuk peluncuran roket ke luar angkasa, yang bahkan jauh lebih baik dari Cape Canneveral Canada yang selalu menjadi unggulan roket roket yang dibuat oleh NASA.

Tapi sebenarnya bukan begitu juga.  Indonesia yang tak ingin kalah, buru-buru membuat kerja sama dengan India untuk pengembangan proyek antariksa.

BRIN dan ISRO bahkan telah mengembangkan kerjasama antariksa antara Indonesia-India untuk mengembangkan proyek eksploitasi ruang angkasa.

Masih lumayan, dibandingkan dengan proyek Pasar Senin yang bahkan dibangun tanpa mempertimbangkan membuat roket pendorong ke luar angkasa (MIG)





Lebih baru Lebih lama