Hari Terakhir Masukan Masyarakat Memantau Pasangan Calon

  Hari Terakhir Masukan Masyarakat Memantau Pasangan Calon




Tangerang, 18 September 2024

Hari ini adalah hari terakhir masyarakat memantau integritas para pasangan calon Kepala Daerah. KPU Kota Tangerang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk


menanggapi integritas Bakal Calon Walikota yang mendaftarkan diri.

Kesempatan menanggapi integritas calon ini dibuka sejak Minggu (15/09) yang lalu. Tahapan tanggapan masyarakat ini penting untuk melihat siapa yang tampil mendaftar untuk memimpin masyarakat satu periode kepemimpinan ke depan. Tahapakn ini digelar menjelang pengumuman penetapan pasangan calon pada tanggal 22 yang akan datang. 

KPU Kota Tangerang sendiri telah menerima 3 bakal pasangan calon walikota. Tercatat Ahmad Amrullah-Bonnie Mufidzar, Sachrudin-Maryono Hasan, Faldo Maldini-Fadlin Akbar.


Pantauan Di Berbagai Kota

Tanggapan masyarakat yang beragam dari berbagai unsur masyarakat mulai bermunculan di seluruh Indonesia. Beberapa kota terpantau mulai memanas suhu politiknya. 

Di Surabaya, sejumlah elemen masyarakat yang kesal dengan kondisi politik melancarkan aksi di depan gedung DPRD Surabaya, Senin (17/09). Sejumlah elemen masyarakat ini menolak calon tunggal yang ada di Kota Surabaya. Elemen masyarakat ini menyerukan memilih kotak kosong, melawan calon tunggal Eric Cahyadi - Sarmudji yang menjadi calon tunggal petahana yang maju tanpa lawan di Pilkada 2024.

" Kita memutuskan menggunakan hak pilih kita untuk memilih kota kosong saja.." kata salah satu pendemo di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (17/09) petang.

Di Sidoarjo terpantau saling serang antar bakal calon Bupati Sidoarjo sudah terpantau mulai naik mencekam. Data-data korupsi, kolusi, tuduhan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) mulai muncul di tengah tengah masyarakat. Tensi politik Sidoarjo mulai memanas parah. Bukan hanya antar pasangan calon yang berbeda, bahkan upaya black campaign juga terjadi di internal pasangan calon. Kontestasi politik yang memaksa koalisi antar berbagai partai berbeda platform membuat strategi-strategi politik busuk seakan menjadi hal yang di halal kan dilakukan 

" Nanti jika pasangan calon ini jadi, paling hanya bertahan sekian lama saja jadi Bupati, setelah itu akan kita jatuhkan menggunakan isu korupsi...akhirnya calon kita yang akan memegang jabatan Bupati..." Kata salah satu sumber Informatika News di Partai Politik besar di Sidoarjo yang tidak mau disebutkan namanya. Komentar dengan konten politik busuk juga bermunculan di platform media sosial dengan nada yang sama.

Meskipun belum memasuki tahapan kampanye pasangan calon. Kontestasi para calon mulai diwarnai oleh upaya black campaign oleh beberapa kalangan di tengah tengah masyarakat Sidoarjo. Upaya mendiskreditkan pasangan calon lawan, memfitnah sudah mulai bermunculan bibitnya.

Padahal politik bukanlah cara saling menfitnah mendiskreditkan dan menjelekkan pasangan lawan, akan tetapi lebih mengangkat kualitas dan integritas pasangan calon. Secara umum kondisi ini mengindikasikan Pendidikan politik yang masih gagal difahami dengan baik oleh masyarakat. 

Politik yang sebenarnya adalah bermakna mengangkat nilai etika tertinggi malah diplesetkan dengan cara-cara tidak elegant, dengan menipu, berbuat licik, arogan, menghina, memfitnah, membongkar aib dan kejelekan. Politik adalah pentas kebaikan bukan keburukan, pentas Akhlakul kharimah yang tinggi, saling menghargai bukan saling menghina, saling menyayangi bukan saling membenci. Realitas Politik yang benar benar menyedihkan.

(Vijay/MIG)


Index News Informatika/Informatika News Line


 
 
 
 
Ikuti Informatika News Line 
Di Instagram


 













Lebih baru Lebih lama