GILA, Harga Beras Capai 26 Rb per kg di Mahakam Ulu

 GILA, Harga Beras Capai 26 Rb per kg di Mahakam Ulu, Di Tengah Kampanye Calon Bupati Baru


Sembako Membubung Tinggi, akibat kemarau Panjang ? Salah Manajemen Stok Beras ?


Mahakam Ulu, Kalimantan Timur

 27 September 2024 

Harga beras di Long Apari dan Long Pahangai membumbung tinggi tak terbeli oleh masyarakat setempat. Beras yang melimpah ruah di Republik ini harus dibeli dengan harga mendekati 30 ribu rupiah per kilogram. 

Kondisi parah ini terungkap dari rapat koordinasi Pemkab Mahakam Ulu Jum'at (27/9) yang dilaksanakan di kantor Sekretariat Daerah Pemkab Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Sekda Kabupaten Mahulu, Dr Stephanus Madang memimpin rakor dengan tajuk penanganan dampak kemarau yang melanda wilayah Tanaa Urip Kerimaan, terutama di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai yang berada di atas hulu riam.

Rapat dipusatkan di Ruang Terbuka Lantai 3 Setkab Mahulu. 

Dalam beberapa pekan terakhir kemarau parah mempengaruhi akses jalur sungai yang mendominasi distribusi sembako, dan BBM. Jalur sungai tidak bisa digunakan karena jalur sungai Mahakam yang kering menyusut airnya. Untuk sementara dicoba dipilih opsi penggunaan jalur darat untuk distribusi sembako. Akan tetapi jalur darat sendiri dalam kondisi tidak bisa digunakan karena jalur dalam kondisi rusak. Proses perbaikan akses jalan darat ini menjadi bahasan sangat krusial untuk membantu memudahkan distribusi sembako dan BBM ke wilayah-wilayah terpencili Long Apari dan Long Pahangai.

Kondisi jalan darat yang rusak parah, dan jalur sungai yang mengering akibat cuaca ekstrem membuat distribusi barang-barang pokok dan BBM terkendala, sehingga harga barang melonjak di dua kecamatan tersebut.

"Mitigasi musim kemarau, risiko bencana yang akan kita gali dalam rakor ini, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan bahan pokok, sembilan bahan pokok, baik pangan dan non-pangan. Tadi yang agak krusial adalah terkait ketersediaan BBM kita," kata Stepanus Masang Jumat (27/9) pada saat membuka rakor.

Madang menambahkan, Pemkab Mahulu tengah mempertimbangkan subsidi ongkos angkutan sembako dan BBM, bagi para pelaku usaha setempat, melalui Bagian Ekonomi dan SDA Setkab Mahulu.

Langkah ini dilakukan, untuk meringankan beban biaya distribusi yang semakin tinggi, akibat kondisi jalan yang kurang memadai.

Harga sembako melambung tinggi, akibat ongkos angkut yang mahal. Untuk satu karung beras 25 kg saja di Long Pahangai harus dibeli dengan harga Rp 550.000. Sementara di Long Apari harga beras yang sama mencapai Rp 650.000. 

Harga Bawang merah dan bawang putih mencapai Rp 80.000 per kilogram di Long Pahangai. Sementara di Long Apari harganya mencapai Rp 100.000 per kilogram. Long Apari adalah lokasi kecamatan yang berbatasan langsung dengan Batas Negara Malaysia.

Harga satu butir telur naik hampir dua kali lipat dari harga telur normal. Telur dijual dengan harga 4000 rupiah perbutir.

Minyak goreng dijual dengan harga 35.000 per liter. BBM jenis Pertalite dijual seharga  Rp 20.000 per liter. 

Sementara stok juga BBM semakin menyusut.

Di Long Apari BBM jenis Bio Solar tinggal tersedia sebanyak 1.000 liter, Pertalite 16.200 liter, Dexlite 1.600 liter. 

Stok BBM sebanyak 150.000 liter masih tertahan di Long Melaham. 

Di Long Pahangai jenis Bio Solar juga tinggal tersedia 1.000 liter lagi,  Pertalite tinggal 7.600 liter, dan Dexlite tersisa 600 liter.

Stok BBM sebanyak 120.000 liter, masih tertahan di Long Iram Kabupaten Kutai Barat.

Pemkab Mahakam Ulu mengundang PT AMPS, perusahaan penyedia BBM di Mahulu untuk ikut andil memecahkan masalah yang sedang terjadi.

"Kita cari solusi supaya dampak dari kemarau ini tidak berkepanjangan, terhadap kemampuan daya beli maupun ketersediaan bahan pangan maupun BBM di masyarakat kita," kata Madang.

Pada saat air Sungai Mahakam normal, kapal yang biasanya drop di Long Bagun membawa sembako dari Samarinda. Akan tetapi saat musim kemarau kapal hanya bisa mencapai Kampung Datah Bilang. Untuk mencapai lokasi diperlukan pembayaran lebih karena hanya kapal kecil yang bisa melalui jalur sungai yang surut. Penggunaan kapal kecil ini membuat harga transportasi menjadi melonjak tinggi.

Setiap kali pengangkutan dari Datah Bilang hingga ke ujung Mahulu, setidaknya memakan biaya Rp 70 juta.

Dengan rincian harga sebagai berikut 

(1) Biaya Rp 12.000.000 Biaya kapal  Kelotok kecil dari Datah Bilang ke Long Bagun. 

(2) Biaya tambahan transport sebesar Rp 40.000.000 harus dikeluarkan lagi untuk pembayaran Long Boat di jalur sungai dari Long Bagun menuju Long Lunuk.

Jalur ini lebih berbahaya karena harus melewati dua riam yang sangat berbahaya.

Riam adalah bagian sungai yang memiliki kecepatan tinggi, seperti air terjun, akan tetapi landai tidak vertikal seperti air terjun biasa.

Dua riam ganas yang berbahaya ini adalah Riam Panjang dan Riam Udang.

(3) Setelah itu perjalanan masih berlanjut dengan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 10.000.000 untuk ongkos Biaya Long Boat dari Long Lunuk ke  Tiong Ohang. 

(4) Karena air Mahakam yang semakin surut perlu biaya transportasi tambahan  Rp 1.000.000 untuk perahu ces Ret Barang dari Long Lunuk menuju Tiong Ohang (untuk 4 buah Perahu) sehingga tambahan total biaya 4.000.000.

(5) Penggunaan perahu ces ini harus membayar lagi Rp 1.000.000 per ret Barang dari Tiong Ohang - Long Apari (4 Perahu) total Rp 4.000.000. Long Apari adalah daerah perbatasan dengan Malaysia 

Karena biaya transportasi tersebut maka lonjakan harga barang tidak bisa dihentikan. 

Pemkab Mahulu berencana memberikan subsidi dalam upaya menekan harga agar stabil dan mengurangi beban pelaku usaha.

"Nah salah satu upaya nanti intervensi dari pemerintah itu akan mendukung dalam program subsidi ongkos sangkut (SOA). Jadi kita menyediakan fasilitas anggaran kepada jasa layanan angkutan ini. memberikan subsidi untuk jasa transportasinya supaya harga ini tetap stabil di masyarakat. Kita anggarkan 1,2 miliar," bebernya.

Namun, di tengah upaya penanganan, Madang juga menerima dari informasi yang muncul, terkait dugaan penyelewengan penyaluran BBM kepada kelompok-kelompok tertentu. Saat ini, pihak Polres Mahulu tengah mendalami laporan terkait dugaan tersebut, guna memastikan distribusi BBM dilakukan secara merata dan adil.

"Kami sudah menerima laporan dari perwakilan petinggi di dua kecamatan, yaitu Long Apari dan Long Pahangai, terkait adanya dugaan penyelewengan penyaluran BBM. Kasus ini akan ditindaklanjuti lebih lanjut oleh Polres Mahulu," ujar Madang

Rakor yang turut diikuti Polres Mahulu, dan sejumlah OPD itu diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret, dalam mengatasi berbagai permasalahan yang muncul akibat kemarau panjang. Memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan dengan lancar di seluruh wilayah Mahulu. (VIJ)









Lebih baru Lebih lama