Kuliah Fakultas Kedokteran Bermilyar Rupiah

 Kuliah Fakultas Kedokteran Bermilyar Rupiah



Surabaya, Informatika News Line (20/06/2024)

Kualitas lulusan Fakultas Kedokteran akan turun drastis beberapa tahun yang akan datang. Para calon mahasiswa Fakultas Kedokteran tidak diseleksi berdasarkan kompetensi nya, akan tetapi berdasarkan berapa uang yang mampu diberikan ke Fakultas Kedokteran saat registrasi pendaftaran mahasiswa baru.

"Kalau mau masuk Fakultas Kedokteran di  Universitas Negeri di Surabaya itu universitas A**** ... Cukup kasih 2 M, langsung masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas A***... Itu Universitas negeri lho ya..." Kata Sub (disamarkan namanya) orang tua Mahasiswa yang siap memasukkan anaknya ke Universitas Negeri A di Surabaya melalui jalur Mandiri.



 
Petikan Berita Harian Rakyat Merdeka (20/06/2024)


" Ah sama saja Universitas A, atau B, atau Universitas C juga sama segitu tarifnya.."

Kondisi menyedihkan ini terpantau oleh Informatika News Line dalam liputan nya di Surabaya, Rabu (19/06). 

Skema registrasi mahasiswa Fakultas Kedokteran jalur Mandiri, yang menyedihkan ini membuat dunia kesehatan di Indonesia dalam beberapa tahun yang akan datang akan terancam oleh dokter-dokter berkualitas beli jatah kuliah 2 M.

Kegiatan koruptif di Perguruan Tinggi, khususnya di Fakultas Kedokteran jalur Mandiri, ini juga menjadi bahasan serius Wakil Komisi X DPR, sebagaimana yang dikutip oleh Harian Rakyat Merdeka (20/06/2024).

Yang lebih mengerikan lagi adalah pengakuan salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran kepada Informatika News Line.

Para mahasiswa Borjuis yang membeli akses masuk ke Fakultas Kedokteran dengan uang mahal itu, ternyata malas dalam belajar.

"Bahkan praktikum di kamar mayat saja mereka bayar orang...mereka gak pernah praktek langsung sepanjang kuliah mereka...Semua dilakukan oleh joki yang dibayar..."


Petikan Laporan Rakyat Merdeka (20/06/2024)


"Pada akhirnya mereka lulus Fakultas kedokteran hanya by paper saja, hanya ijazah saja, mereka tak pernah tahu ruang praktikum, tak pernah membedah mayat..tapi nanti mereka akan praktek melayani masyarakat setelah dapat ijin praktek..." Kata Siti Humaira, salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Swasta yang dihubungi oleh Informatika News Line (TNTW)































Lebih baru Lebih lama