Yusuf Kalla : Menjadi Pemimpin Itu Jangan lah Pemarah, Harus Tenang.... Pemimpin kok Sedikit Sedikit Marah... ....

 

Yusuf Kalla : Menjadi Pemimpin Itu Jangan lah Pemarah, Harus Tenang.... Pemimpin kok Sedikit Sedikit Marah... 




Surabaya, Informatika News Line (10/01/2025)
Pesan penting Mantan Wakil Presiden Indonesia yang menjabat dua kali periode jabatan itu, disampaikan oleh Yusuf Kalla dalam Dialog Kebangsaan dan Kewirausahaan yang digelar di Hotel Syariah Namira Surabaya, Rabu (10/01)

" Pemimpin itu tidak boleh mudah marah... Sedikit sedikit marah ... sedikit sedikit marah....Menjadi Pemimpin itu harus selalu tenang...." Kata Yusuf Kalla.




" Jadi saya berpesan kepada para pemilih di Indonesia..pada saat Pemilu nanti itu jangan lah dilihat yang beragama Islam saja ..atau agamanya apa ? ....Semua calon Presiden dan Wakil Presiden semuanya bergama Islam..bahkan mereka sudah berangkat haji semuanya.... Semua calon Pemimpin Indonesia itu orangnya baik-baik semua...Lihat Pak Mahfudz yang juga pejuang anti Korupsi..." Kata Yusuf Kalla.




" Saya berpesan kepada semuanya memilih pemimpin itu yang tidak suka marah-marah... sedikit sedikit marah...... Sedikit sedikit marah...menjadi pemimpin itulah tidak boleh seperti itu....harus selalu tenang... lihatlah apakah pemimpin itu memiliki juga sifat sifat Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan juga Fathonah..."

"Pemimpin juga harus mengambil keputusan dengan cepat...jangan suka menunda-nunda sebuah keputusan penting..."

Yusuf Kalla berbicara meyakinkan puluhan pengusaha, akademisi dan cendekiawan Muslim yang hadir saat itu. Sambil memberi nasihat Yusuf Kalla melirik ke Cak Imin, Calon Wapres Paslon Nomor 1, yang saat itu juga hadir menjadi pembicara.




" Regulasi dibuat untuk kepentingan kelompok sendiri bukan untuk kepentingan seluruh bangsa dan negara... Bagaimana bangsa ini nanti nya...Tidak ada keadilan...biaya untuk keadilan sangat tinggi... Harus ada perubahan..." Kata Cak Imin sambil promo coblos pasangan Calon Presiden dan Wapres No.1.

Para pengusaha muslim yang hadir memberikan masukan penting dalam memperbaiki dunia usaha di Indonesia.

"Kenapa pendidikan di Indonesia ini hanya mengarahkan lulusan nya menjadi pegawai atau karyawan... Seharusnya diajari menjadi pengusaha..." Kata salah satu pengusaha yang hadir mengomentari Cak Imin dan Yusuf Kalla.

" Gimana kalau ada yang dikembangkan di...." Kata Sekjen ICMI yang juga hadir memberikan masukan dalam dialog. " Nanti deh Cak Imin mungkin butuh waktu khusus untuk presentasi teknologi yang bisa dikembangkan ini...."

Terlihat beberapa civitas akademika yang hadir, ada dosen Unesa, mahasiswa dari UIN Sunan Ampel Surabaya.

"Memang Mahasiswa UIN Sunan Ampel mendukung Paslon 1 Cak Imin ya mbak..." Tanya informatika News Line pada mahasiswi yang masih muda dan cantik berbaju merah yang hadir sedikit terlambat diikuti teman teman mahasiswa UIN Sunan Ampel lainnya yang terpaksa berdiri karena gak dapat tempat duduk.

" Ah enggak juga ..." Jawab Mahasiswi berbaju merah.
" Kalau BEM ...Senat Mahasiswa UIN Sunan Ampel... gimana mbak...gak mendukung Cak Imin ? "
" Hihihihi.... Saya tidak tahu..." Kata mahasiswi UIN Sunan Ampel berbaju merah yang akhirnya memutuskan duduk di karpet ruangan, kelelahan berdiri. 

Tapi mahasiswi berbaju merah tidak duduk di karpet lantai sendiri. Belasan awak media yang tidak dapat tempat duduk juga memilih duduk di karpet lantai ruangan..


Bali Fiber Promo Surabaya Area 


"Jangan lupa memilih pemimpin yang tidak mudah marah..." kata Yusuf Kalla yang terpaksa ijin meninggal kan lokasi dialog lebih dahulu, karena mengejar pesawat ke Bandara Juanda, Sidoarjo.

"Ingat jangan lupa memilih pemimpin itu yang temperamen nya tenang tidak suka marah-marah..." Yusuf Kalla mengulang-ulang kriteria pemimpin itu kepada para jurnalis yang menunggu di luar ruangan sambil bergegas berangkat mengejar pesawat ke Bandara Juanda Sidoarjo (MIG)






Index News Informatika/Informatika News Line


 
 
 
 
Ikuti Informatika News Line 
Di Instagram



 
Dual Server
 
 
Indeks
 


First Published, 10/01/24 05.01




























 


Lebih baru Lebih lama