Sidoarjo, Informatika News Line (10/04/2024)
Iedul Fitri 1445 ditetapkan oleh pemerintah jatuh pada hari Rabu, 10 April. Iedul Fitri tahun 1445 memang luar biasa, karena perhitungan Iedul Fitri yang biasanya berbeda antar ormas Islam dan juga penentuan dari pemerintah, kali ini semua ormas sepakat menunjuk tanggal yang sama.
Di Sidoarjo sholat Iedul Fitri terasa sangat bermakna saat dilakukan di kompleks masjid tertua di Sidoarjo, Kompleks Masjid Al Abror.
Khatib mengangkat betapa saat sholat Iedul Fitri ditegakkan Allah pun membanggakan hamba Nya di depan Malaikat dan seluruh alam semesta.
"Wahai para Malaikatku...Lihatlah hambaku ini, firman Allah, dia telah berpuasa untuk KU dan hari ini dia menegakkan sholat untuk Ku..." Kata Khotib Masjid Al Abror.
" Saksikanlah bahwa Aku telah memaafkan mengampuni dosa dosa hamba Ku...firman Allah sambil membanggakan hamba Nya kepada para Malaikat, " kata Khotib meneruskan.
Sholat Iedul Fitri di Al Abror terasa sangat bermakna. Suara petasan besar di sekitar masjid membuat terkejut semua orang. Tapi tak ada jamaah sholat yang bergeming mendengarkan khutbah khotib.
Para pedagang makanan khas, lepet, lontong, ketupat, berbaur dengan para penjual bunga melati mawar. Bunga aneka warna yang dijual, untuk dibawa ke makam. Biasa nya setelah sholat Iedul Fitri dilakukan, beberapa orang datang ke kompleks pekuburan membawa bunga, untuk mendoakan mereka yang telah meninggal agar dimaafkan oleh Allah.
Masjid Jami' Al Abror ini dalam catatan Informatika News Line, didirikan pada tahun 1678 di Dusun Kauman, Pekauman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Usia masjid saat ini sekarang 346 tahun, jauh lebih tua dari usia Kabupaten Sidoarjo yang masih 165 tahun.
Masjid ini dibangun hampir 150 tahun lebih dahulu sebelum pecah Perang Diponegoro pada tahun 1825. Dan terpaut 100 tahun dengan Ponpes Al Hamidiah tempat belajar K.H. Hasyim Asyhari di Sidoarjo. (MIG)
