Baihaqi Akbar ; Warung Madura Itu Malah Mendorong Dan Menyemarakkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Baihaqi Akbar ;  Warung Madura Itu Malah Mendorong Dan Menyemarakkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat


SURABAYA, Informatika News Line (26/04/2024)

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar, mengomentari komentar singkat pejabat Kemenkop UKM yang dipelintir menjadi himbauan pada operasionalisasi Warung Madura di Bali. Baihaqi Akbar menyayangkan adanya imbauan dari Kemenkop-UKM tersebut, meskipun isu tersebut adalah hasil pelintiran yang tidak tepat.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop-UKM) memberikan jawaban singkat soal keberadaan warung Madura di Bali yang kemudian dipelintir seolah-olah warung Madura secara khusus ditegur untuk mengikuti aturan jam operasional yang ditetapkan oleh pemerintah daerah. Padahal himbauan singkat hanya bersifat material formal tanpa menanggapi isu khusus soal warung Madura. Akan tetapi komentar singkat Kemenkop malah dipelintir dengan tidak tepat.

Padahal Sekjen Kemenkop sebenarnya enggan berkomentar lebih jauh terkait persaingan antara minimarket dengan warung Madura yang terjadi di Bali, karena pihaknya ingin mengecek lebih detail kejadian dan peristiwanya. Akan tetapi malah pernyataan nya dipelintir menjadi membuat gaduh 

Menurut Baihaqi, warung Madura selama ini memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat kecil. Setelah pandemi warung Madura membantu memicu pertumbuhan positif ekonomi di tengah-tengah masyarakat.

Baihaqi Akbar menyoroti kata-kata singkat pejabat Kemenkop yang dipelintir seolah-olah menyorot beroperasi nya warung Madura di Bali dan bukan pada bahasan aturan operasional yang biasa.

Baihaqi Akbar juga menyoroti upaya membuat wacana memanas-manasi antara pendapat Kemnekop UKM, keluhan toko supermarket modern, dan Beroperasi toko warung Madura. Padahal dari sisi substansial yang terjadi adalah adanya upaya menyambungkan beberapa waktu bebas menjadi fakta dengan alur dan tujuan tertentu.

"Imbauan Kemenkop-UKM malah muncul karena adanya keluhan toko modern. Ini menjadi tidak adil," kata Baihaki Akbar mengomentari pemelintiran pernyataan singkat pejabat Kementerian Koperasi dan UKM, Jumat (26/4)

"Sebenarnya selama tidak menganggu keamanan, selama tidak menganggu warga sekitar, mau buka 24 jam tidak masalah. Malah semakin membantu masyarakat sekitar," kata Baihaqi memberikan solusi yang lebih baik.

Baihaki Akbar menjelaskan, selama ini keberadaan warung Madura di tengah-tengah masyarakat menjadi salah satu alternatif di tengah banyaknya toko modern yang juga tersebar di berbagai tempat.

Eksistensi warung Madura kemudian menjadi pertanda keberadaan warung tradisional masih diterima baik di masyarakat.

"Warung Madura itu salah satu alternatif untuk bersaing secara ekonomi ketika selama ini banyak sekali toko modern, sehingga harapannya dengan adanya warung Madura, secara tidak langsung bisa memperlihatkan warung tradisional masih dibutuhkan oleh masyarakat," tuturnya.

Baihaqi berharap, Kemenkop-UKM bisa  memperkuat pengusaha warung Madura sebagai bukti adanya keberpihakan terhadap pengusaha kecil.

"Keberadaan warung Madura ini kan sudah ada di mana-mana, justru itu ada ruang entrepreneur yang seharusnya diperkuat oleh Kemenkop-UKM,..." kata Baihaqi.

Terkait dengan adanya regulasi, Baihaki Akbar menyebut lebih baik berfokus pada aturan keamanan.

"Jadi misalnya ada satu daerah yang sudah dikuasai toko-toko tertentu, lalu masuk warung Madura, dan berpotensi terjadi chaos, kan menjadi tidak baik. Itu yang semestinya dipikirkan bentuk regulasinya seperti apa," pungkasnya (MIG)


Baca Juga :

Gonjang Ganjing Warung Madura










.





Lebih baru Lebih lama