Gelar dan Peragaan Warisan Budaya Jaranan Dor di Museum Mpu Tantular

  Gelar dan Peragaan Warisan Budaya Jaranan Dor di Museum Mpu Tantular




Sidoarjo, Informatika News Line (05/03/2024)

Seni Budaya Jaranan Dor digelar di Museum Mpu Tantular, Selasa (05/03). Seni Jaranan Dor mengangkat seni tari bernuansa magis, yang diramu bagus dengan alunan musik tradisional dan suara merdu para pesinden Jaranan Dor.

Seni tradisional ini konon muncul pasca Perang Diponegoro.

Menurut Kepala UPT. Museum Negeri Mpu Tantular, 

Sadari, S.Sn, seni tradisional jaranan dor merupakan jenis kesenian Tari Kuda lumping. Jaranan Dor menggambarkan perjuangan prajurit Diponegoro pada masa penjajahan Belanda yang berkembang di kabupaten Jombang.

 Disebut Jaranan Dor karena menggunakan alat musik cimplung dan jidor sebagai aksen gerak pada karakteristik pertunjukannya. 

Kesenian ini berkembang di wilayah Jombang dan lebih dikenal masyarakat sekitar dengan nama Jepaplok Dor. Jepaplok Dor adalah nama dari topeng reog lawas, topeng singo barong yang  bermahkota merak. 

Dalam inkripsi lama, makna magis tradisional singa barong bermahkota merak, adalah gambaran transformasi dari perjalanan jiwa manusia buas berwatak singa yang bertransformasi menjadi unggas merak yang lebih tinggi derajat perjalanan jiwa nya.

Menurut Sadari kegiatan gelar Peragaan warisan budaya jaranan dor di Museum Mpu Tantular ini, dimaksudkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Museum dan Koleksinya.

" ...Sehingga pemahaman tentang perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan budaya sebagai bagian dari obyek pemajuan kebudayaan dapat berlangsung secara luas dan berkesinambungan...." kata Sadari.

Salah satu upaya Museum Mpu Tantular mengenalkan benda koleksi adalah dengan promosi dan publikasi dari benda koleksi yang dimiliki oleh Museum Mpu Tantular Gelar Peragaan warisan Budaya seperti ini sebagai salah satu upaya promosi dan publikasi kepada masyarakat. (MIG)







Lebih baru Lebih lama