Box Office : Sayap Sayap Patah Si Lambe Clangap Buzzer Denny Siregar
Bandung, Polkrim On Line
Buzzer Pro Pemerintah Denny Siregar berhasil membuat karya sineas yang mengagumkan. Sayap-sayap patah yang dilaunching sejak 18 Agustus yang lalu (18/08/2022) berhasil menarik para penikmat karya sinematografi Indonesia. Sepanjang beberapa pekan terakhir Sayap-sayap patah berhasil menarik ribuan orang peminat film Indonesia.
Di Transmart Studio Buah Batu pertengahan akhir Bulan Agustus sampai awal Se;ptember, box Office Sayap Sayap patah mengalahkan berbagai tayangan film lain yang sedang nongkrong di Sinema Transmart. Terlihat kelompok besar penonton berseragam ormas, pekerja pabrik, dan berbagai komponen masyarakat lain antusias menonton Sayap Sayap Patah. Bioskop-bioskop lain di Bandung juga didominasi oleh Sayap-sayap Patah. CGV BEC Bandung, BIP Bandung, CGV Kopo, MIM Soekarno Hatta, semuanya didominasi oleh Sayap-sayap Patah.
Stringer dan jurnalis Polkrim On Line di Jawa Timur juga melaporkan Bioskop di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dipenuhi oleh penonton berseragam Polri yang memenuhi gedung-gedung Bioskop di wilayah tersebut.
Karya Bagus
Meski terkenal dengan kelakukan Lambe Clangap atau "Mulut Beracun" akan tetapi karya Denny Siregar kali ini jauh dari nuansa tipu tipu atau karya yang amatiran, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Denny Siregar dalam komen-komen Buzzer amatiran nya selama ini.
Karya Sayap sayap patah ini dibuat dengan sangat bagus, dengan alur cerita yang mengagumkan dan menggunakan pendekatan film monumental seperti Film Pemberontakan 30 S PKI jaman Orde Baru. Mengagumkan, karena detail cerita dan alurnya yang halus dan bagus membawa penonton untuk bisa memahami dengan baik bagaimana kehidupan dan kerja keras yang dilakukan oleh aparat Polisi yang berkutat dengan masalah terorisme.
Tak banyak yang diungkap dalam film ini soal konsep terorisme, akan tetapi justru minimnya pengungkapan detail terorisme ini membuat film ini enak untuk dilihat dan dicerna. Aspek-aspek humanisme yang halus diangkat dengan bagus oleh Denny Siregar, di tengah konflik rumah tangga tokoh utama Nicholas Saputra yang sukses memerankan sosok aparat yang baik.
Sisi-sisi kekejaman terorisme diungkap sekilas oleh Denny Siregar, akan tetapi pengungkapan sekilas ini sudah membuat jejak mengerikan karya terorisme di benak para penonton film.
Setting film dari Surabaya dan bebetapa lokasi di Jawa Timur dan perubahan ke setting Jakarta dan Mako Brimobmemang tidak terlihat secara drastis. Akan tetapi perubahan tokoh di lokasi membuat penonton dibawa perlahan-lahan ke konflik di Mako Brimob.
Sisi kekejaman pembunuhan aparat di Mako Brimob oleh para teroris (diperankan oleh : Iwaka) memang tidak diangkat dengan jelas dalam film.
Potongan-potongan gambar yang tidak jelas mengarahkan pandangan pemirsa ke kejadian pembunuhan sadis yang dilakukan oleh para teroris. Mungkin perlu penggambaran yang lebih real gaya film 30 S PKI orde baru untuk bisa menggambarkan sisi traumatis peristiwa ini.
Akan tetapi untung saja hal itu tidak dilakukan, karena akan beresiko mengundang kontra lebih besar dari para penonton film.
Akan tetapi terlepas dari pro dan kontra yang muncul, karya seperti ini patut diacungi jempol (termasuk dengan dua jempol kaki). Sisi kejadian real yang diangkat dengan bagus lengkap dengan seluruh background kehidupan para tokoh nya yang terlibat dalam kejadian real, mampu memberikan perspektif yang lebih baik tentang sebuah kejadian.
Bahwa ideologi itu berhadapan dengan manusia, dan apalah yang akan diambil dari korban pertentangan ideologi yang mengorbankan manusia, selain kepiluan ? Upaya dialog yang gagal tidak perlu kemudian turun menjadi upaya tindakan represif yang menyebabkan korban jiwa dan juga korban lainnya
Alternatif Sayap Sayap Patah Yang Kembali Setelah Sembuh Diobati
Para pembuat film perlu memikirkan kembali alur cerita baru yang lebih membuat semangat Nasional bangkit. Sayap Sayap Patah Yang Sembuh Kembali mengangkat versi hidupnya kembali Nicholas Saputra yang gugur dalam Sayap Sayap Patah 1. Karena masyarakat butuh tokoh panutan dalam imajinasi. Bukan tokoh yang gugur dan tidak lagi hidup di tengah-tengah masyarakat. Alur cerita baru perlu diteruskan dan dibuat dengan menghidupkan kembali Nicholas yang gugur. Untuk menghapus kebiasaan lama di film Indonesia yang selalu membunuh tokoh utama, gaya alur karya seni Lekra (Sayap Seni Partai Komunis Indonesia), yang terus coba di copy ulang secara tidak sadar oleh karya-karya baru lain, dengan tujuan khas komunis yang ingin menyingkirkan ideologi lain yang menghalangi ideologi komunis.
Seri kedua film Sayap Sayap Patah Yang Sembuh Kembali perlu dibuat untuk sambungan film Denny Siregar yang ini, agar mampu membangkitkan semangat yang lebih positif di tengah masyarakat pada upaya penegakan hukum dan juga patriotisme yang memperjuangkan marwah negara.
Tokoh utama tidak boleh dibunuh atau dimatikan, karena tokoh utama diperlukan hidup untuk menjadi idea massa, tokoh ideal di benak masyarakat yang sedang dalam kondisi sakit.(Pakdhe)
Baca Lebih Lanjut : Rubrik Seni Dan Budaya



