Informatika News Line 220120242

 Badan Geologi : Bledug Kuwu, Mengandung Lithium



Bandung, Informatika News line (19/01/2024) 

Badan Geologi mengumumkan adanya indikasi dan potensi unsur Lithium di lokasi wisata semburan lumpur alami Bledug Kuwu di Grobogan, Jawa Tengah.

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid menyebutkan bahwa Badan Geologi sedang menguji sampel dari  Bledug Kuwu, untuk menentukan besar kandungan Lithium nya.

"Pengambilan sampel untuk analisis lithium dilakukan dengan mengambil air yang keluar dari gunung lumpur tersebut. Selain itu, sampel air juga diambil pada tambang garam tradisional. Petani garam menyalurkan air yang keluar dari gunung lumpur lalu diendapkan selama kurang lebih 2 minggu sampai mengkristal menjadi garam," jelas Wafid saat Konferensi Pers Badan Geologi, Jumat (19/1).

Wafid mengatakan kegiatan analisis potensi yang dilakukan oleh Badan Geologi dengan mengambil sampel garam dari petani setempat yang merupakan air garam yang diendapkan selama kurang lebih 2 minggu. Nantinya, air yang tidak mengkristal menjadi garam itu akan dianalisis untuk diukur kandungan lithiumnya.



"Garam tersebut lalu diambil dan terdapat sisa-sisa air yang tidak mengkristal menjadi garam. Air tersebut yang diambil untuk dianalisis lithium," tambahnya.

Lebih lanjut Wafid mengungkapkan air yang keluar pada semburan  gunung lumpur Bledug Kuwu mempunyai kadar litium 103 - 111 PPM dan boron 464 - 534 PPM. Sedangkan air sisa pada tambang garam mempunyai kadar litium mencapai 1.059 - 1.110 PPM dan boron 2.660 - 2.781 PPM.

Bukan hanya Lithium, wilayah itu juga menyimpan mineral yang disebut Boron. Boron dapat dimanfaatkan untuk teknologi bahan bakar hidrogen.

"Terdapat peningkatan kadar litium dan boron yang signifikan setelah garam mengkristal sehingga dapat menjadi sumber baru litium dan boron. Kadar litium yang tinggi tersebut menjadi rekomendasi untuk penyelidikan tahap selanjutnya yaitu eksplorasi dengan studi geofisika dan hidrogeologinya," tandasnya. 

Di sekitar bledug Kuwu sendiri, garam tradisional berkandungan Lithium ini, biasa dipakai menjadi adonan jajanan tradisionil krupuk karak Luwu yang sangat terkenal di sekitar wilayah Bledug Kuwu dan menjadi jajanan khas Grobogan.






Mengenal Lithium

Lithium (Li) ditemukan dua ratus tahun yang lalu, mempunyai nomor atom 3, setelah Hidrogen (H, nomer 1) dan Helium (He, nomer 2).

Konsentrasi Li aangat rendah di kerak bumi hanya mencapai 21 µg/g. Nama lithium berasal dari Bahasa Latin dari batuan “lithos”.

Lithium tidak dijumpai secara natural di alam, umumnya terdapat bersama-sama mineral lain. Terdapat sekitar 124 mineral yang membawa unsur lithium (120 sudah disetujui oleh IMA, International Mineralogical Association, 4 merupakan potensial spesies mineral), yang tersebar pada beberapa lingkungan pembentukan: 

(1) lithium-caesium-tantalum pada endapan pegmatit granit dan batuan yang mengalami metasomatisme, 

(2) batuan pegmatit peralkalin, 

(3) batuan metasomatic yang tidak berhubungan dengan pegmatit, 

(4) endapan mangan, 

(5) brines pada salar atau fluida geothermal. 




Li di Bledug Kuwu termasuk dalam katagori kelima, di fluida geothermal.

Mineral utama yang membawa endapan lithium adalah spodumen (LiAlSi2O6), petalite (LiAlSi4O10), lepidolite dan zinnwaldite.

Saat ini produksi lithium dunia dari batuan utamanya berasal dari Australia (endapan Greenbushes, Wodgina), Brazil (Minas Gerais), Kanada (Tanco, Whabouci), dan Zimbabwe (Arcadia). 

Salar, yang merupakan sebutan dari dataran luas yang kering dan tersusun oleh endapan garam, mengandung sekitar 70% dari sumberdaya lithium dunia berada di endapan brines yang berada di Amerika Selatan (Bolivia, Chile, Argentina). 

Beberapa lokasi penting yang menghasilkan brine antara lain Salar de Atacama (Chile), Salar de Uyuni (Bolivia), Zhabuye (Tibet), dan Centenario (Argentina). Penghasil Li-brine juga didapat dari daerah Amerika Serikat bagian barat laut, Cina, dan Israel.



Pemanfaatan Lithium

Lithium digunakan sebagai baterai peralatan elektronik, hp, laptop, dan juga untuk mobil listrik.

Transmutasi atom litium menjadi helium dilakukan pertama kali pada tahun 1932. Dan ini adalah reaksi nuklir buatan manusia pertama kali di dunia. Litium-6 deuterida difungsikan sebagai bahan bakar fusi dalam senjata termonuklir, matahari buatan di China dan Jepang.



 Lithium juga dipakai di lingkungan medis sebagai obat untuk menstabilkan suasana hati pada penderita gangguan bipolar.

 Penderita gangguan bipolar bisa merasakan fase bahagia luar biasa (fase mania), kemudian fase sangat sedih dan putus asa (fase depresi).

Lithium bekerja dengan cara mengembalikan keseimbangan zat kimia alami di dalam otak penderita bipolar. Obat ini diketahui dapat mengurangi keparahan dan kemunculan gejala mania, seperti perasaan yang berlebihan, perilaku ribut, kecurigaan berlebih kepada orang lain, atau agresif.

Selain itu, penggunaan lithium juga ditujukan bagi pasien yang mengalami depresi kambuhan, serta gangguan perilaku, seperti agresi, mania, dan self-injury. Lithium tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Merk dagang lithium diantaranya adalah Frimania, ada beberapa produk lainnya tentu saja.

Akan tetapi pemakaian Lithium tidak boleh sembarangan. Over dosis Lithium di dalam aliran darah, bisa sangat fatal bahkan menyebabkan kematian.

Dosis pasien dewasa diberikan untuk awal sebesar 600–900 mg per hari yang dibagi ke dalam 2 sampa 3 kali jadwal konsumsi. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 300–600 mg setiap 1–5 hari hingga mencapai dosis 900–1800 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap pengobatan.

Untuk dosis perawatan 900–1.200 mg per hari yang dibagi ke dalam 3–4  jadwal konsumsi.

Dosis untuk anak-anak usia di atas 7 tahun dengan Berat Badan 20–30 kg sebesar 300 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 300 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap pengobatan.

Terapi cepat untuk gejala yang berat: 600–1.500 mg per hari yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi, dilanjutkan dengan terapi perawatan 600–1.200 mg per hari yang dibagi ke dalam beberapa jadwal konsumsi (vijay).








Lebih baru Lebih lama