Pneumonia Mycoplasma Bisa Menyebar via Udara, Dokter Imbau Perkuat Masker
Bandung, Informatika News Line (15/12/2023)
Serangan baru terhadap paru-paru terjadi dalam jumlah besar di China. Serangan Pneumonia ini dilaporkan misalnya di sebuah rumah sakit di Hefei, provinsi Anhui, Tiongkok
Serangan Pneumonia mycoplasma ini bisa menyebar via udara atau airborne. Dokter ahli paru, dr Erlina Burhan menyatakan bahwa
"Mycroplasma ini (penularannya) melalui droplet. Dropler adalah percikan ludah dari mulut yang terlontar pada saat berbicara atau batuk. Kuman mycoplasmanya ikut di percikan ludah (droplet) itu, sama dengan metode penularan COVID-19," kata Erlina dalam diskusi on line di Kemenkes Jakarta
"Dan penularan juga menggunakan metode airborne. Jadi mycoplasma akan menyebar lewat udara,"
Penggunaan masker bisa mencegah penularan pneumonia jenis ini. Orang yang dalam kondisi sakit harus diwajibkan memakai masker bila beraktivitas di tempat umum.
"Makanya salah satu pencegahannya droplet dan airborne solusi cegahnya pakai masker. Batuk, bersin, pakai masker. Kalau di saluran napasnya ada bakteri atau virus, maka kuman akan menempel di masker, tidak ke udara bebas,"
Orang Rentan Flu Wajib Masker
Dr. Erlina juga menghimbau mereka yang tergolong rentan agar sadar diri. Tetap memakai masker bila ke keramaian.
"Satu hal lagi yang penting diperhatikan, bahwa sebaiknya, mereka yang rentan berisiko terinfeksi kalau ada di keramaian, bukan di rumah atau lengang, juga memakai masker.
Orang tua, komorbid, sistem imun turun seperti autoimun atau kanker atau rutin cuci darah. Atau HIV/AIDS itu sistem imunnya rendah. Orang ini wajib memakai masker supaya tidak menghirup virus atau bakteri," jelasnya.
"Saat kita di kereta, mall, dan lokasi umum lainnya, kita tidak tahu siapa saja yang sakit dan yang sehat. Hal itu adalah bentuk kerentanan tersendiri. Kalau kita merasa rentan, maka sebaiknya memakai masker," Kata Erlina.
Sebenarnya angka kesakitan akibat bakteri mycoplasma ini cenderung rendah. Mereka yang terkena pneumonia mycoplasma gejalanya relatif sama.
Yakni batuk, pilek, demam, hingga sesak nafas bagi orang tertentu. Erlina menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tapi tetap wajib waspada dan saling melindungi (Vijay)
.
.jpeg)