Release Gempa Oleh PVMBG Bandung... Terowongan Tol Cisundawu Retak Retak di Tiga Bagian


Release Gempa Oleh PVMBG Bandung... Terowongan Tol Cisundawu Retak Retak di Tiga Bagian



Bandung, Informatika News Line (01/01/2024)

Petugas pemeriksa terowongan di Tol Cisundawu menemukan 3 buah retakan pasca guncangan gempa berturut turut yang terjadi sampai Senin Malam (01/01) setelah sebelumnya tercatat gempa terakhir di Minggu Malam (31/12) pukul 20 tadi malam. Gempa berturut-turut terjadi sejak Kamis (28/12) dan guncangan terkini terjadi pada Minggu Malam (31/12) yang disusul oleh dua gempa lagi di awal tahun baru. Satu gempa di Tenggara Kabupaten Cianjur (07.59/01/01) dan satu gempa lagi di jam 20.46 dengan lokasi berdekatan dengan 3 lokasi gempa tanggal 31 Desember kemarin.


Beberapa lokasi perumahan dan bahkan kantor layanan publik mengalami roboh atau rusak retak. Akan tetapi belum disampaikan adanya korban jiwa dari deretan gempa yang terjadi tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi (BG) Bandung merelease analisis yang terjadi pada getaran gempa yang terjadi Minggu Malam menjelang pergantian tahun di lokasi sekitar Sumedang.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cileunyi – Tanjungsari," kata Kepala PVMBG Badan Geologi, Hendra Gunawan dalam keterangan resminya, Minggu (31/12).

Dalam analisis nya PVMBG menyatakan fakta bahwa :

Berdasarkan catatan BMKG stasiun pencatat Gempa. 

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 31 Desember 2023 terjadi 3 kali berturut-turut.

(1) Pada pukul 14:35:34 WIB dengan magnitudo (M4,1) dan 

(2) Pada Pukul 15:38:10 WIB dengan magnitudo (M3,4). 

(3) Pada pukul 20:34:24 WIB. 



Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,94 BT dan 6,85 LS, berjarak sekitar 1,5 km timur Kota Sumedang, Provinsi Jawa Barat, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 5 km.

Getaran gempa bumi ketiga ini terasa hingga wilayah Jabar lain termasuk, Bandung, Subang, Garut, Cianjur, Bogor, Depok, Cirebon, bahkan hingga ke Jakarta dan sekitarnya.

(4) Pada pukul 20.46 tanggal 1 Januari 2024


Stasiun pencatat gempa USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman tidak mencatat kejadian ini. 

Sebelumnya rangkaian 3 Gempa tersebut, BMKG juga melaporkan terjadinya gempa di Pangandaran pada  pukul 11.52 WIB. Berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pada tengah hari ini berpusat pada kedalaman 50 kilometer dan berlokasi di laut, yaitu 90 kilometer arah barat daya Pangandaran.  Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan bahwa lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Gempa ini terjadi pada pukul 11.52 sebelum rangkaian gempa yang berasal dari sumber di Sumedang.


Kondisi geologi dan penyebab gempa bumi

PVMBG menyatakan juga bahwa lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di wilayah Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. 

PVMBG juga menyatakan bahwa :

(1) Morfologi daerah sekitar pusat gempa bumi merupakan dataran hingga dataran bergelombang, setempat lembah, perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. 

(2) Berdasarkan data Badan Geologi (BG) daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C). 

Wilayah ini secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunung api (breksi gunung api, lava, tuff) dan endapan danau. 

Sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan rombakan gunung api yang telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi. 

(3) Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif yaitu Sesar Cileunyi – Tanjungsari. 

(4) Menurut data BG Sesar Cileunyi – Tanjungsari merupakan sesar mendatar mengiri, sebarannya mulai dari selatan Desa Tanjungsari menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles, dan nilai laju geser berkisar antara 0,19 - 0,48 mm/tahun.


Bali Fiber Promo Surabaya Area 


Dampak gempa bumi

PVMBG merelease berbagai dampak yang terjadi pada bencana Gempa sebagai berikut 

Hingga laporan ini dibuat berdasarkan informasi awal dari BPBD Provinsi Jawa Barat dan penduduk setempat kejadian gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan rumah penduduk di

(1) Kampung Babakan Hurip, 

(2) Kelurahan Kotakaler; 

(3) Kampung Rancapurut, 

(4) Desa Rancamulya;

(5) Kecamatan Sumedang Utara 

(6) Kecamatan Sumedang Selatan. 




Menurut informasi BMKG dan penduduk setempat, guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Sumedang dengan skala intensitas antara III - IV MMI (Modified Mercalli Intensity). 

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. 

Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi berada di darat. 

BG mencatat bahwa wilayah Kabupaten Sumedang pernah mengalami kejadian gempa bumi 

(1) Tahun 1972, menimbulkan kerusakan parah 

(2) Tahun 2010 menimbulkan kecemasan bagi penduduk di daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang. 

(3) Pada tahun 2022 juga tercatat kejadian gempa bumi dengan magnitudo (M2,7) pada kedalaman 16 km. 




PVMBG menyerukan agar 

(1) masyarakat  tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi.

(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan petugas BPBD setempat. 

(3) Bangunan di Kabupaten Sumedang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

(4) Oleh karena wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi.

(5) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard)  berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi



Gempa Tsunami Juga Hajar Jepang (01 Januari 2024)

Getaran gempa hebat 7,6 Skala Richter menghantam Jepang pada awal tahun baru 2024. Gempa Jepang ini menyusul rentetan gempa yang terjadi di Jawa Barat (Vijay)





Lihat Juga : 


https://vsi.esdm.go.id/kajian-kejadian/analisis-geologi-kejadian-gempa-bumi-merusak-di-kabupaten-sumedang-provinsi-jawa-barat-tanggal-31-desember-2023





Index News Informatika/Informatika News Line


 
 
 
 
Ikuti Informatika News Line 
Di Instagram



 
Dual Server
 
 
Indeks
 




























 


Lebih baru Lebih lama