Kericuhan di Gejos, Ada Penonton Yang Provokasi Kericuhan

Kericuhan di Gejos, Ada Penonton Yang Provokasi Kericuhan




Tendangan Pinalti Deltras yang Menyamakan kedudukan Gresik United dan Deltras 1-1



Gresik, Informatika News Line (19/11/2023)

Kekalahan Gresik United dalam laga versus Deltras Sidoarjo 2-1 memicu kericuhan kecil di luar stadion Gejos (Gelora Joko Samudro). 

Massa pendukung Gresik United yang marah menerjang Bus Pemkab Sidoarjo yang menjadi kendaraan resmi Deltras Sidoarjo.

Lemparan batu, air Aqua, kayu dan berbagai macam benda keras lainnya ke arah Bus Pemkab Sidoarjo membuat sekelompok polisi anti huru hara menghalau para supporter yang sedang marah. Bus Pemkab Sidoarjo berhasil diamankan ke samping Stadion Gejos. Akan tetapi massa yang terlanjur marah mulai menyerang dan melemparkan apa saja ke pasukan polisi anti huru hara.




Kaca stadion sebelah selatan pecah dan beberapa penonton yang terjebak terkena lemparan batu dan pukulan kayu keras.

Salah satu penonton yang ditemui Informatika News tergeletak di pintu masuk VIP stadion mengaku sesak karena dadanya terhantam kayu umbul umbul yang dipakai alat pukul oleh massa yang marah.


Asap Gas Air Mata Membubung Ke Langit Gejos 








Anak anak kecil dan wanita berlarian masuk ke dalam Stadion menghindar dari gerakan massa marah yang merangsek menyerang dengan batu batu sebesar kepala kerbau, kayu umbul umbul, air Aqua, dan lain lain.

Beruntung kericuhan tidak membesar. Aksi serangan massa yang marah dibubarkan dengan tembakan gas air mata dari satuan anti huru hara Polresta Gresik.

Kericuhan berlangsung tak lebih dari 45 menit. Polisi yang datang berhasil memecah konsentrasi massa dan membubarkan massa marah yang berpotensi menjadi mob.

Gerak cepat kepolisian patut diacungi jempol. Karena massa marah yang sudah mulai akan membesar segera dipecah dan dibubarkan.

Di luar stadion dan jalan raya, belasan anggota kepolisian berinisiatif membubarkan gerombolan massa yang tertinggal sambil duduk duduk di atas kendaraan.

" Pulang ... pulang ... segera pulang...jangan bergerombol...segera bubar..."

Gerakan cepat anggota kepolisian di luar stadion dan di jalan raya berhasil membubarkan massa yang berpotensi membludag kembali dan menjadi mob. 

Dalam waktu kurang dari 1 jam semua bibit kericuhan  berhasil dipadamkan oleh kepolisian.Stadion kembali kondusif dan lalu lintas di depan Gejos lancar kembali. Bus trans Jatim yang pada saat kericuhan terjadi berhenti beroperasi sementara, kembali beroperasi normal. Pukul 18.00 lalu lintas kembali normal.

Beberapa korban luka luka dirawat di fasilitas kesehatan di dalam stadion, dan beberapa dibawa ke Puskesmas terdekat.


Di pinggir jalan raya tampak satu korbab lemas, dibawa naik motor ke arah Puskesmas oleh dua orang teman nya.


Anita dan Windi terlihat bergegas pulang meninggalkan stadion dengan bertanjang kaki.


" Loh gak pakai sepatu ? Gak pakai sandal Mbak ? "

" Mbuh Pak...sepatu ilang Iki mau..."


Penjual nasi Geprek di depan Stadion Gejos bersungut-sungut marah. Kaca depan Nasi Geprek nya dipecahkan mereka yang matanya perih terkena gas air mata.



" Mbok gak usah mecah kaca.. Ambil saja dari belakang airnya...gak usah pecah pecah kaca kayak gitu..."

Pak Suud merelakan air kemasan yang dirampas oleh para supporter kalap yang terkena gas air mata.

" Tenang Pak ...nanti kita bantu.... minta ganti rugi ke Pak Bupati Gresik atau Pak Bupati Sidoarjo...nanti kita bantu sampaikan ke beliau Pak...." hibur Informatika News kepada Pak Suud.


Asal Kericuhan

Selama pertandingan Informatika News diberikan tempat di tribun VIP oleh panitia penyelenggara. Menjelang berakhirnya pertandingan dari penonton belakang tribun VIP mulai ada teriakan yang memprovokasi massa agar marah dan turun ke lapangan.

Teriakan provokatif ini menyulut kemarahan para penonton di tribun VIP. Lemparan botol akua dan benda keras diarahkan ke wasit pertandingan sepak bola.  Beruntung lemparan massa yang tersulut itu tidak melukai wasit pertandingan.


Akan tetapi teriakan provokatif ini terus berusaha menyulut emosi massa yang sudah terlanjut kecewa dengan kekalahan Gresik United.


"Wasit e.... taxxxxx. (umpatan kemarahan).... ", teriak para penonton di tribun Timur dan di tribun VIP pada saat wasit menghadiahkan tendangan pinalti pada Deltras yang berhasil menyamakan kedudukan kedua kesebelasan menjadi 1-1.

Rupanya upaya provokatif ini dilanjutkan di luar lapangan pertandingan yang membuat massa menjadi beringas dan kehilangan akal sehat.




Konferensi Pers di salah satu ruangan Stadion baru saja berhenti ketika terlihat dari dalam ruang konferensi pers, massa yang mulai menyerang bus Pemkab Sidoarjo. Bus warna hijau membawa para pemain Deltras dan para official.

 Beruntung kerusakan pada bis tidak terlalu parah. Pukul 19 an Bus yang berhasil membawa seluruh pemain Deltras dan Official telah berhasil kembali ke Sidoarjo, usai massa marah berhasil dikendalikan dengan baik oleh aparat Polresta Gresik. Para pemain dan Official dilakukan check up kesehatan di Puskesmas depan Stadion Deltras Sidoarjo. Ribuan pendukung Dektras yang bergembira karena kemenangan mengerumuni bus dan lokasi Puskesmas di sebrang Stadion Deltras Sidoarjo. (MIG)











Lebih baru Lebih lama