BRUTAL : 300 Tentara Israel Tewas, Hamas Hancurkan Israel. Israel Bantai Palestina. Saling Bunuh, Saling Klaim Kebenaran, Saling Bantai, Apakah Seperti Ini Cara Manusia Hidup

BRUTAL : 300 Tentara Israel Tewas, Hamas Hancurkan Israel. Israel Bantai Palestina. Saling Bunuh, Saling Klaim Kebenaran, Saling Bantai, Apakah Seperti Ini Cara Manusia Hidup









Bandung, Informatika News Line (07/10/2023)


Militan Hamas berhasil menerobos pertahanan Israel. Puluhan korban dilaporkan tewas. Salah satu kantor berita memberitakan korban tewas dari Israel 40 tewas. Salah satu stasiun berita bahkan memberitakan 300 tentara Israel telah tewas. Tubuh tentara Israel dibantai ditarik tarik dari tank militer yang hancur. Bahkan tubuh wanita yang dibantai juga dipertontonkan. Sangat mengerikan. Seorang Jenderal Israel Mayjend Nimrod Eloni ditangkap dengan tanpa pakaian yang layak. Gambar gambar tawanan tentara Israel yang ketakutan juga tersebar luas. 

Ribuan warga Israel yang ketakutan berlarian di tepi barat, ketakutan melihat serangan Militan Hamas yang dahsyat.























Rakyat Palestina terlihat gembira menyambut kemenangan Hamas yang mengejutkan dunia. Pesta kembang api besar-besaran dirayakan di Iran dan juga beberapa negara Arab. 





Palestina yang merana selalu kalah bertahun-tahun. Ribuan korban yang terbantai dan tewas tak terhitung jumlahnya, seakan mendapatkan balasannya. Pembantaian wanita dan anak-anak, pembunuhan warga sipil Palestina selama berpuluhan tahun yang selama ini seolah dilupakan dunia, dianggap tidak ada.


Pembunuhan dan tewasnya 300 tentara Israel ini seakan menjadi pengobat ratusan ribu penduduk, wanita, dan anak-anak Palestina yang gugur sebelumnya. (Belakang an jumlah ini bertambah, korban tewas Israel mencapai 700 orang lebih, dan 130 tentara, dua orang Jenderal, Israel ditangkap dan disandera, sementara penduduk Palestina yang tewas karena serangan balik Israel mencapai 560 orang lebih)


Tapi perang selalu mengorbankan manusia. Meninggalkan jejak luka, kesedihan, duka cita, dendam. Dan selalu siapapun yang menang, siapapun yang berperang, maka meminjam peribahasa Nusantara yang bijak menang jadi arang dan kalah jadi abu. Tak pernah benar benar ada yang diuntungkan dalam peperangan. Selalu manusia yang jadi pelaku sekaligus menjadi korban.



Jika manusia yang menjadi korban, siapakah yang sebenarnya tertawa dan gembira. Tak pernah ada kebahagiaan sejati dalam pembunuhan demi pembunuhan yang terjadi atas nama peperangan.


Republik NKRI ini mencatat puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan korban pembantaian akibat penjajahan selama ratusan tahun. Kalau Palestina dijajah Israel setelah Perang Dunia II, maka Republik NKRI ini telah merasakan luka yang tidak jauh berbeda selama 350 tahun. Selama 350 tahun. 



Masa-masa penuh pembantaian juga pernah dialami oleh Negeri ini. Karena itulah segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, itu menjadi piagam yang mengangkat dasar negara di dalam nya, di Pembukaan UUD 1945, yang telah direvisi itu.


Iran dituduh di belakang Serangan Hamas



Esensi yang harus difahami bukanlah Israel atau Palestina, akan tetapi pembantaian pada nilai kemanusiaan absolut yang sedang terjadi. 





Pembantaian demi pembantaian ini untuk apa ? Demi memuaskan balas dendam dan sakit hati ? Demi kelicikan dan bangga diri berlebihan, karena merasa lebih benar dan lebih punya alasan untuk membantai pihak musuh ? (Vijay)






























Lebih baru Lebih lama