Berita Gembira : 336 Ribu Pekerjaan Baru (Tapi Di Amerika, Di Indonesia ? Saya yang Sarjana saja gak dapat kerja Berbulan bulan)
Washington DC, Informatika News Line (10/10/2023)
Presiden Joe Bidden mengumumkan berita gembira Senin (9/10). Amerika Serikat berhasil membuka lapangan kerja 336 ribu lapangan kerja baru. Berita menggembirakan ini menjadi penghibur pada jutaan warga negara Amerika Serikat yang tidak bisa bekerja karena terdampak pandemi.
Bagaimana di Indonesia ? Definisi ketersediaan lapangan kerja Amerika Serikat tentu saja berbeda dengan negara korup, seperti Republik ini. Dana pensiun disabot, dana Pertanian dikorupsi, dana Pajak digelapkan.
Seorang pekerja pabrik di Jawa Timur berkata pada temannya, " Syukur Alhamdulillah, keponakan saya yang kuliah S1 sudah lulus dalam waktu 1 tahun ..."
Mana mungkin S1 dengan beban 130 SKS bisa lulus dalam waktu 1 tahun ? Beli ijazah ya mbak ?
"Enggak loh...ini jalur resmi ...ponakan saya itu kan kesayangan salah satu pejabat di Kota Malang..."
Oh beli ijazah... Didukung oleh pejabat yang korup. Merusak Marwah Perguruan Tinggi ?Gitu saja kok bangga.
" Kalau adik saya sudah lulus kuliah S2 dan sekarang sudah siap jadi ASN...dia kan tangan kanannya salah satu pejabat rumah sakit Saiful Anwar Malang..."
Lah mana bisa tiba-tiba jadi ASN, Kan rekruitmennya sekarang saja baru mulai. Dan untuk masuk jadi pegawai pemerintah kan harus lewat PPPK dulu ? Ada banyak tahapan yang harus diikuti sebelum benar benar menjadi ASN.
"Kan dia tangan kanan pejabat Rumah Sakit Saiful Anwar Malang ? "
Oh KKN ? Masuk menjadi ASN dengan KKN ? Ya..ya..ya... Kalau lewat jalur KKN sih semua orang juga bisa. Semua aturan dianggap tidak ada, diterobos, diloncati saja...jadi gak usah lewat prosedur.
Berita gembira 336 ribu pekerjaan baru hanya di Amerika Serikat, negeri nya Joe Bidden, entah di mana negeri itu. Benar benar ada, atau hanya cuman negeri dongeng Amerika Serikat itu. Presiden nya dengan terus terang menunjuk tindakan teroris dari Hamas, dan melupakan aksi ala teroris Israel.
Kata kata Biden jauh lebih sadis dan terang-terangan dari yang ditulis media besar di Indonesia (baca : Kompas) yang melabeli Hamas sebagai teroris. Lalu Kompas pun dihujat oleh Netizen seluruh Republik, meskipun kemudian tulisan itu dihapus dan ditarik kembali. Sejati nya Hamas sebagai teroris memang ditetapkan oleh Pemerintah Amerika Serikat (TNTW)
.png)