Bekerja sama Melukis Bintang Di Langit
Bandung, Informatika News Line (26/09/2023)
Tiga teknologi teleskop yang berbeda bekerja sama memotret gugusan bintang SMC.
Teleskop pertama Spitzer menggunakan teknologi Sinar Infra Merah untuk memotret luar angkasa. Teleskop Optik Hublle yang kedua menggunakan teknologi optik di orbit luar angkasa Bumi. Sementara Observatorium Chandra X Ray (Sinar X) dari India menggunakan berkas Sinar X untuk memantau bintang di langit.
Small Magellanic Cloud (SMC) atau diberi nama The Wing, adalah Sebuah Kawasan di langit yang menampilkan Gugusan Awan Ruang Angkasa Raksasa yang menarik.
Menurut penelitian gugusan Awan Ruang Angkasa SMC adalah sebuah galaksi kecil berjarak 200 ribu tahun cahaya dari Bumi. SMC ini mengorbit memutari Galaksi kita, Galaksi Bhima Sakti (Milky Way). Dari sisi jarak, SMC adalah salah satu galaksi yang terdekat dari Bhima Sakti.
SMC termasuk galaksi kerdil yang sangat terang dan dapat dilihat dengan mata telanjang dari belahan Bumi bagian Selatan dan di dekat Ekuator.
Jaraknya yang relatif sangat dekat dan juga sangat terang membuat SMC menjadi obyek penelitian yang lebih mudah diteliti dari galaksi yang lain.
Deteksi Sinar X oleh Observator Chandra berhasil menangkap Sebuah bintang muda yang memiliki massa sebesar Matahari di gugusan galaksi SMC
Hasil Kolaborasi 3 teleskop berbeda teknologi ini menampilkan gambar yang beraneka warna yang indah.
Data gambar sinar X yang berhasil dilihat Observatorium Chandra berwarna ungu.
Data optik Teleskop Hubble menampilkan warna merah, hijau dan biru dan Teleskop Infra merah dari Spitzer menampilkan warna warna merah.
Dalam gambar tampak formasi gas ruang angkasa yang besar dan debu nebula merah yang membuat bentuk raksasa huruf C terbalik. Bintang-bintang raksasa berwarna biru bersinar sangat terang, juga beberapa bintang lain yang bersinar berwarna ungu lebih kecil dari bintang bercahaya biru, dan juga terlihat bintang bintang lain yang berwarna oranye. (Vijay, NASA)
