Deklarasi Capres Anies Dan Cawapres Cak Imin
Surabaya, Informatika News Line (02/09/2023)
Hotel Majapahit, Hotel Oranye, penuh sesak Sabtu (02/09) lalu. Deretan mobil aparat kepolisian berjajar di sepanjang jalan diantara puluhan mobil pendukung pasangan Calon Presiden Anies Baswedan dan Cak Imin.
Sebelum Maghrib, acara deklarasi sederhana yang dipenuhi sesak oleh para pendukung entah dari mana saja itu pun selesai. Si Gondrong Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem, yang berpidato keras dan tegas kepada para pemain politik cebong dan "kadal" yang memecah belah NKRI, segera meninggalkan Hotel Majapahit Surabaya, selesai acara.
Tapi Anies Baswedan dan Cak Imin masih bertahan dan mendapat wawancara dari banyak jurnalis. Beberapa jurnalis TV tampak mendominasi wawancara kedua Capres dan Cawapres.
Setelah berfoto sejenak di lokasi penyobekan bendera merah putih biru menjadi merah putih di Hotel Oranje, calon Presiden Anies Baswedan segera meninggalkan Hotel Majapahit. Sementara Cak Imin beserta Istri dan anak, masih tinggal di Hotel Majapahit.
Beberapa jurnalis cetak dan on line yang meliput tampak kehausan dan kelaparan di tengah tengah acara. Tidak ada koordinasi yang baik antara panitia penyelenggara Deklarasi dengan puluhan jurnalis yang datang meliput.
Di depan Hotel Majapahit terlihat beberapa orang dengan tanpa memperhatikan etika dan kesopanan politik, meneriakkan dan melagukan lagu dukungan kepada Capres Ganjar Pranowo. Polrestabes Surabaya mencoba menghentikan aksi provokatif yang dilakukan oleh beberapa orang yang tidak jelas di depan Hotel Oranye. Akan tetapi setelah Polisi pergi, aksi provokatif itu berjalan kembali.
Denny, salah satu pendukung Deklarasi Capres Cawapres Anies-Cak Imin, kepada Informatika Newsline dengan tenang mengatakan bahwa para pendukung Anies dan Cak Imin tidak akan terprovokasi dengan aksi jalanan oknum yang mendukung calon Presiden Ganjar Pranowo itu.
"Gak usah terprovokasi....biasa saja... Ini kan belum waktunya Kampanye dilakukan... Kalau terprovokasi ya kita sama jeleknya dengan mereka....itu kan domain pekerjaannya Banwaslu...." kata Denny sambil bicara bahwa dia mendapatkan makanan, minuman, dan cindera mata dari panitia, berbeda dengan yang dialami puluhan jurnalis.
" ..Bahkan beberapa saat setelah acara berlangsung teman teman saya sudah dapat semua Mas...." kata Denny sambil keheranan melihat beberapa jurnalis Informatika News line Biro Jawa Timur yang meringis menahan panas dan gerah (Vijay).




