Sumur di Sumber Rembang Kembali Keluarkan Gas, Pemkab Berpotensi Dapat Pemasukan Rp 400 Juta Perbulan

Sumur di Sumber Rembang Kembali Keluarkan Gas, Pemkab Berpotensi Dapat Pemasukan Rp 400 Juta Perbulan



Wisnu Aji, Selasa, 25 Juli 2023 | 11:55 WIB

REMBANG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang berpotensi kembali mendapatkan pemasukan sekitar Rp 400-450 juta per bulan.  

Pasalnya, produksi Gas Randugunting 2 (RGT-2) kembali berpotensi hidup atau mengalir. Hanya saja belum bisa maksimal seperti biasanya.

Hal itu tampak saat dilakukan pemantauan pressure pada indikator sumur gas Randugunting 2 (RGT-2) beberapa waktu lalu. Saat dicek pihak pertamina, gas yang keluar bercampur air.

Jika full dengan harga gas dikisaran 8-9 US dolar. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang bisa dapat sekitar Rp 400-450 juta per bulan.

Meski demikian, pemulihan produksi migas di sumur RGT-2, Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Rembang itu sebenaranya cukup lambat.

Tercatat sumur itu mengalami masalah sejak 3 Juli 2022 atau setahun. Namun hingga kini belum ada kemajuan.

Namun, jika sumur itu beroperasi normal per bulan Pemkab Rembang bisa memperoleh pemasukan setengah miliar rupiah.

Sementara itu, kapasitas yang diizinkan oleh Menteri ESDM sebesar 33 mmscfd (million standard cubic feet per day/ juta standar kaki kubik per hari) setara 3.700 mmbtu (million british thermal unit) per hari atau 30 trailer.

Pengelolaan gas tersebut kerja sama BUMD. Sistemnya golden share atau saham istimewa.

Untuk perbaikan sumur, berbagai usaha telah dilakukan. Namun ada kendala teknis dan nonteknis. Dimungkinkan karena ada penurunan tekanan.


Hal itu, secara teknis bisa disebabkan adanya kerak atau kotoran atau ada air ikut masuk terproduksi. Namun yang penyebab pasti sumur tersumbat menunggu hasil kajian dari Pertamina.


Komisaris BUMD PT Rembang Migas Energi (RME), Mardi saat dikonfirmasi membenarkan sumur itu mengeluarkan gas. Hanya saja volumenya masih kecil.


”Terdapat tekanan di pengukur atas Sumur Randugunting 2. Kami terus mencoba untuk mengetahui. Apakah tekanan dorongan gas atau cairan yang ada,” katanya saat ditemui di kantornya Jumat lalu.


Oleh pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) dicoba dibuka. Dialirkan. Masih bercampur air dengan gas. Jadi masih ada potensi gas-nya mengalir.


Selain keluar air ada gas. Dibakar ternyata menyala.


Namun aliran gas belum normal seperti biasanya saat produksi. Alirannya masih kecil.


”Apakah potensi di dalam reservoir volumenya kecil atau masih ada material-material lain yang menyumbat aliran gasnya. Kami masih selidiki,” katanya.


”Itu akan dikaji oleh  pihak PHE sebagai pengelola sumur gas Randugunting 2. Hasil kajian seperti apa. Apa yang akan dilakukan seperti apa, penangananya atau actionnya semuanya oleh PHE. Kami menunggu. Mudah-mudahan volume gas masih potensi di eksploitasi. Sehingga yang semula macet bisa kembali produksi lagi,” harapnya. (noe/zen)


 DIPANTAU: Pekerja mengecek tekanan atau indikator sumur Gas RGT-2 Desa Krikilan, Kecamatan Sumber baru-baru ini. (BUMD REMBANG UNTUK RADAR KUDUS)


Editor: Abdul Rokhim/Wisnu Aji


Lihat Link

https://radarkudus.jawapos.com/rembang/691803321/sumur-di-sumber-rembang-kembali-keluarkan-gas-pemkab-berpotensi-dapat-pemasukan-rp-400-juta-perbulan


Lebih baru Lebih lama