Orang jualan tiket mau dihukum, Lupa Yang Caloin Rumah Bersubsidi, Apartemen Bersubsidi Milyaran Bahkan Trilyunan
Oleh : Sartono Wira Sutikno
Menarik dan sekaligus lucu melihat komentar Sandiaga Uno, Menparekraf, mengomentari sukses jualan tiket coldplay oleh Lycie Joanna, Putri Intelegensia 2019.
" Tentunya harus diproses secara hukum. Kita negara hukum dan segala tindakan hukum harus diproses dan melalui proses hukum untuk diberikan sanksi tegas," kata Sandiaga
Mudah menjatuhkan sanksi pada siapapun, tapi tidak memahami kenapa hal ini terjadi. Dan itulah yang dilakukan oleh Pak Menteri.
Ada lebih dari 500 ribu yang antri tiket coldplay di seluruh Indonesia. Tapi tiket sudah terjual habis bahkan sebelum konser dilakukan.
Mengherankan.
Bagaimana band kecil seperti Coldplay bisa menarik suara hujatan dari mereka yang mengaku paling agamis.
Band kecil Coldplay tentu bukan apa-apa dibandingkan dengan Soneta Rhoma Irama misalnya. Atau band Dewa di tanah air. (Red : ungkapan candaan, sambil tersenyum). Coldplay sama sekali tidak dikenal di antara para pedagang pasar di Pasar Bluru Sidoarjo misalnya (Red : atau malah dikenal ?).
Siapa itu Coldplay ? Lagunya juga gak tenar tenar banget. Bandingkan dengan lagu "Kangen"nya Dewa atau "Darah Muda" nya Rhoma Irama. Sungguh Coldplay hanya jadi band pinggiran saja di negeri ini. Apalagi diantara para pedagang pasar.
Tapi kenapa bisa seheboh ini ? Malah ada kelompok setengah bersorban yang mengancam akan menduduki Bandara untuk menghambat Coldplay ? Lha untuk apa ? band tidak terkenal seperti Coldplay gak usah dipikirin terlalu dalam. Biarkan saja Coldplay lewat, gak usah terlalu dipikirkan.
Aksi Heboh, Aksi Marketing
Gonjang ganjing Coldplay yang terlihat ramai itu, sebenarnya hanya lah aksi marketing saja. Agar tiket laku, dibuat lah huru hara, soal LGBT lah, soal group musik yang suka menghina Islam lah, dan sebagainya. Dan bahkan mereka yang setengah bersorban juga tidak tahu kalau pendapat yang mereka lontarkan itu bagian dari proxy marketing saja. Dikerjain oleh panitia pelaksana dan marketing penjual tiket. Tujuannya hanya satu, biar tiket laku. Tiket semahal itu ? Bagaimana bisa membeli nya ? Bantuan tunai dari pemerintah saja cuman 400 ribu per bulan atau 600 ribu per bulan. Itupun sudah dipotong 1 juta untuk dibelikan paket belajar paksa dari aplikasi guru guruan di internet.
Tiket seharga 11 juta ? Itu bukanlah tiket atau konser….Tapi itu penghinaan pada kemiskinan. Tak pernah ada yang memahami gaya menghina promotor acara Cold plat (Red. Coldplay). Itu hal yang sangat menyakitkan di negeri yang bahkan uang bantuan untuk rakyat miskin hanya 400 ribu rupiah, 600 ribu rupiah. Kenapa konser itu begitu kejam? Uang 11 juta itu bisa untuk bantuan rakyat miskin berapa ? Hampir 30 orang miskin terbantu untuk 1 tiket seharga 11 juta rupiah.
Dan lucunya bahkan Pak Menteri pun ikut ikutan berkomentar. Karena mungkin menurut beliau ini adalah ranah Pariwisata.
Saat Lycie Joanna, Putri Intelegensia 2019 ikut jualan tiket (baca : calo), maka kena semprotlah dia.
" Tentunya harus diproses secara hukum. Kita negara hukum dan segala tindakan hukum harus diproses dan melalui proses hukum untuk diberikan sanksi tegas," kata Sandiaga
Apa sih salahnya Joanna ? Kan hanya jualan tiket saja ? Tidak ada pekerjaan lain yang bisa menghasilkan, lalu jualan tiket. Kenapa jadi salah ya Mas Menteri ?
Coba bandingkan aksi Joanna ini dengan aksi pencurian subsidi untuk rumah rakyat miskin di Rembang (Sebuah Kabupaten di Jawa Tengah), misalnya. Para pembeli rumah bersubsidi ternyata mereka yang punya uang cukup, punya mobil, dan bukan termasuk katagori penerima subsidi. Bahkan pihak pengembang sampai mengirimkan surat peringatan agar rumah subsidi segera ditempati. Kalau tidak subsidi akan dicabut.
Atau subsidi untuk apartemen misalnya. Para pembeli pertama apartemen adalah mereka yang bukan jatahnya dapat subsidi. Apartemen pun dijual dalam skema pemilik pertama, setelah mendompleng subsidi pemerintah.
Praktek aneh pencurian subsidi ini tidak beda dengan jualan tiket gaya Joanna. Ambil untung mah biasa Mas Menteri. Begitulah gaya hidup di negeri ini. Kasihan Joanna, jangan dibawa ke ranah hukum. Beri tambahan pekerjaan dan uang pada Joanna, itu lebih baik dari pada menyeret ke ranah hukum. Kok sedikit sedikit hukum, sedikit sedikit hukum. Memang negara ini adalah negara rechstaat bukan machstaat. Tapi jangan lupa azas musyawarah untuk mufakat adalah azas dasar Pancasila 1 Juni 1945. Di atas hukum ada filosofis negara. Yang mendorong semua komponen dalam negara bertindak bijaksana. Sila ke 4 adalah Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
Jangan lah beraksi dengan tampilan sedikit sedikit hukum, sedikit sedikit di bawa ke ranah hukum. Kasihan Johanna Mas Menteri.
Tapi yah gimana juga ya…gak bisa disalahkan juga.
Memang kacau. Sedemikian sulitnya mencari pekerjaan di negeri ini, sedemikian sulitnya mencari uang, maka sepertinya, trik apapun untuk boosting bisnis layak dicoba.
Dan saat tiket habis, dengan gaya marketing apapun juga ….maka bisnispun disebut sukses. Tak perlu ada etika atau estetika, yang penting ada bukti bisnis sukses.
Prinsip hedon bussiness ini adalah prinsip yang dipakai oleh para pebisnis yang tak kenal etika selama ini. Gunakan trik marketing apapun yang penting bisnis bisa sukses.
Petuah bisnis ini juga dilakukan di ranah politik. Lakukan apa saja, asalkan menang dalam Pemilu. Bagaimana bisa petuah bisnis ini malah bisa masuk ke politik ?
Lupakanlah politik dulu. Tapi ini bicara konser Coldplay yang tidak seterkenal Rhoma Irama itu.
Menghina kemiskinan rakyat dengan harga konser selangit, itu lebih melanggar hukum dibandingkan jualan tiket si Putri Indonesia, Mas Menteri ? Atau mau mengejar para calo Apartemen dan Rumah bersubsidi saja ?
Teuing Ah...Lieur Abdi..
Lihat juga Petikan Berita
Jual Tiket Konser Coldplay, Putri Indonesia Intelegensia Untung Segini
Tim detikHot - detikJateng
Jumat, 26 Mei 2023 11:40 WIB
Solo - Putri Indonesia Intelegensia 2019, Lycie Joanna disorot usai menjual puluhan tiket konser Coldplay. Ia mengaku mendapatkan tiket Coldplay dari 27 orang teman dan mendapatkan sejumlah keuntungan.
Dilansir detikHot, Lycie Joanna mengaku hanya menjual 50 tiket konser. Jumlah tersebut berbeda dengan unggahannya yang menyebut memiliki 100 tiket yang diperolehnya dari 'orang dalam'. Belakangan Lycie mengklarifikasi orang dalam yang dimaksud adalah 27 temannya yang ikut war tiket.
"Ya dapatnya segitu. Lagi-lagi dipakai karena pribadinya dia (teman-teman) pakai karena mereka pasangan, dipakai sama pasangan, sisanya lebih dijual," kata Lycie Joanna ditemui di studio Rumpi: No Secret Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (25/5/2023).
Kelebihan tiket dari teman-temannya itu memang untuk dijual lagi. Beberapa niat menjual lagi, terlepas dari tiket yang dipakai untuk mereka sendiri.
Soal harga tiket konser Coldplay yang dijual lagi, Lycie Joanna disebut mematok harga lebih mahal dari seperti yang terpampang di website resmi. Lycie Joanna mengatakan itu adalah hal wajar dan dirinya hanya mengambil untung sedikit.
"Begitupun ultimate, kalau ultimate harga aslinya Rp 11 juta itu goverment sama service-nya cuma Rp 13 (juta) hampir Rp 14 juta. Yang dijual di aku itu Rp 20,5 juta. Jadi aku ambil Rp 1,5 juta, nggak gede-gede sih sebenarnya, nggak sampai seratus persen. Nggak," bebernya.
Lycie Joanna mengaku mendapat untung omset bersih dari penjualan tiket konser Coldplay hanya Rp 20 juta. Sebelumnya sudah ada sekitar Rp 400 juta yang masuk ke rekeningnya yang menurutnya saat ini telah dikembalikan.
"Kalau aku kemarin yang beli dan sudah transfer ke aku sekitar Rp 400-an (juta), nah aku refund kan semua. Nah dari Rp 400 (juta) itu dapat sekitar Rp 20 jutaan berarti... ehm nggak juga, sekitar Rp 19-an (juta) sekian. Berarti kurang lebih nggak sampai 5 persen (untungnya)," ungkap Lycie Joanna.(aku/sip)
Sandiaga Minta Puteri Indonesia Intelegensia Calo Tiket Coldplay Dihukum
Esti Widiyana - detikJatim
Kamis, 25 Mei 2023 17:00 WIB
Surabaya - Puteri Indonesia Intelegensia 2019, Lycie Joanna Jon Sen menjadi buah bibir usai menjual 100 tiket konser Coldplay. Ia menjual tiket dengan harga dua kali lipat dan terang-terangan yang didapatnya dari orang dalam. Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno meminta sang calo bisa disanksi tegas.
"Tentunya harus diproses secara hukum. Kita negara hukum dan segala tindakan hukum harus diproses dan melalui proses hukum untuk diberikan sanksi tegas," kata Sandiaga saat ditemui detikJatim di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Kamis (25/5/2023).
Sandiaga juga meminta masyarakat tidak terkecoh dan tergiur membeli tiket selain dari kanal resmi. Apalagi akhir-akhir ini marak penipuan dan pencaloan tiket Coldplay.
Ia juga meminta masyarakat tidak nekat membeli tiket Coldplay demi bisa menonton sang idola. Apa lagi memaksakan diri untuk bisa menonton grup band asal Inggris dengan sumber pembelian tidak wajar.
"Jika sudah tidak kebagian tiket, jangan memaksakan diri, jangan sampai harus pinjam (uang), jangan mencari sumber-sumber lain, karena kemungkinan bisa menimbulkan masalah. Banyak yang mencari kesempatan dalam kesempitan," jelasnya.
Jika ada yang menjual tiket lebih dari harga asli, Sandiaga berpesan untuk tidak membelinya. Apa lagi sampai menjual tiket CAT 1 dengan harga Rp 60 juta.
"Kalau tiketnya tidak masuk di akal (harganya), ya jangan dibeli. Jangan sampai di luar kemampuan kita," pungkasnya.(hil/dte)


.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)