4 Mie Instan RI yang Dilarang di Luar Negeri karena Mengandung Etilen Oksida Pemicu Kanker
ANNISAAFAN, Haibunda
Minggu, 30 Apr 2023 21:30 WIB
DAFTAR MIE INSTAN RI YANG TERSANDUNG MASALAH DI NEGARA LAIN
Sebelumnya, mi instan asal Indonesia yang diekspor ke negara lain juga pernah tersandung masalah, Bunda. Mengutip dari CNN Indonesia, beberapa produk mi instan tersebut juga ditemukan mengandung zat berbahaya, sehingga harus ditarik dari peredaran.
Daftar Mie Instan RI yang Tersandung Masalah di Negara Lain
Berikut daftar produk mi instan RI yang tersandung masalah di negara lain:
(1) Mie Sedaap Soto
Badan Pangan Singapura (SFA) menarik produk Mie Sedaap Soto pada Oktober 2022 lalu. Tindakan ini dilakukan setelah mie dengan merk tersebut ditemukan mengandung etilen oksida.
SFA menegaskan akan melanjutkan pengujian peraturan produk mie instan Mie Sedaap lainnya dan bekerja dengan importir dan otoritas Indonesia untuk menyelidiki dan memperbaiki penyebab kontaminasi etilen oksida. Jika mendeteksi keberadaan pestisida di luar batas maksimum yang ditentukan, SFA akan memulai penarikan produk tersebut.
Mie Sedaap Soto ditarik dari peredaran yakni dengan kedaluwarsa 11 Desember 2022.
(2) Mie Sedaap Curry
Sama seperti Mie Sedaap Soto, SFA juga menarik Mie Sedaap Curry asal Indonesia juga ditemukan mengandung etilen oksida. Mie jenis ini ditarik dari peredaran kedaluwarsa pada Februari 2023.
Mie Sedap Korean Spicy
SFA juga sebelumnya menarik dua varian Mie Sedaap lainnya, yakni
(3) Mie Sedap Korean Spicy Soup dan
(4) Mie Sedap Korean Spicy Chicken
karena mengandung pestisida. Penarikan mie Sedaap Korean Spicy Soup berlaku untuk produk dengan masa kedaluwarsa 17 Maret 2023. Sementara, penarikan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken berlaku untuk produk dengan masa kedaluwarsa 21 Mei 2023.
Mie Sedaap varian Korean Spicy Chicken juga ditarik dari Hong Kong menyusul temuan kandungan pestisida dan etilen oksida. Temuan tersebut diungkapkan oleh Center for Foods Safety (CFS) Hong Kong pada September 2022.
"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk diuji di bawah Program Pengawasan Makanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, kemasan bumbu, dan kemasan bubuk cabai produk mengandung pestisida dan etilen oksida," tulis pernyataan resmi CFS.
CFS selaku Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan Hong Kong (sejenis BPOM) telah memberikan instruksi kepada pihak yang bersangkutan untuk menghentikan penjualan dan menarik produk yang terkontaminasi tersebut dari pasar.
(5). Indomie Rasa Ayam Spesial
Indomie Rasa Ayam Spesial menjadi daftar terbaru dari mi instan yang dilarang di luar negeri, yakni di Taiwan. Mi instan ini terbukti mengandung etilen oksida dengan jumlah melampaui batas.
Berdasarkan hasil pengujian, etilen oksida itu terdeteksi di paket bumbu mi instan Indonesia tersebut membuat Kemenkes Taiwan meminta para pengecer menarik produk mi instan tersebut dari toko-tokonya.(AFN/fir)
BPOM Sebut Indomie di RI Aman Meski Ditarik di Taiwan, Ternyata...
Mutiara Putri, Haibunda
Jumat, 28 Apr 2023 14:07 WIB
Jakarta - Belum lama ini dikabarkan bahwa produk mi instan asal Indonesia dan Malaysia ditarik dari pasaran Taiwan. Bukan tanpa alasan, petugas setempat menemukan bahwa terdapat kandungan etilen oksida dalam mi instan merek Indomie rasa ayam spesial sebesar 0,187 mg/kg dan Ah Lai White Curry Noodles.
Berbagai pihak terus melakukan tindakan karena adanya kandungan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker dalam mi tersebut, Bunda. Temuan ini merupakan hasil inspeksi random terhadap 30 produk dari supermarket dan tempat penjualan lain di Taiwan.
Melansir dari laman The Star, kandungan etilen oksida dikaitkan dengan kanker limfona dan leukemia. Selain itu, zat berbahaya ini juga bisa berisiko menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
BPOM buka suara
Melihat adanya kasus penarikan produk yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan Taipei ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI pun buka suara, Bunda. Kepala BPOM, Penny K Lukito mengatakan bahwa Indonesia telah mengatur Batas Maksimal Residu (BMR) 1-CE sebesar 85 ppm melalui Keputusan Kepala BPOM Nomor 229 Tahun 2022 tentang Pedoman Mitigasi Risiko Kesehatan Senyawa Etilen Oksida.
Dengan begitu, kadar 2-CE yang terdeteksi pada sampel mi instan di Taiwan (0,34 ppm) masih jauh di bawahh 2-CE di Indonesia dan sejumlah negara lain seperti Amerika dan Kanada. Artinya, produk Indomie yang ada di Indonesia masih aman untuk dikonsumsi.
"Oleh karena itu, di Indonesia produk mi instan tersebut aman dikonsumsi, karena telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu produk sebelum beredar," terang BPOM dalam laman resminya, Kamis (27/4/2023).
Dalam keterangan tersebut, BPOM juga menyebut bahwa organisasi standar pangan internasional belum mengatur batas maksimal residu EtO. Ini termasuk Codex Alimentarius Commission (CAC), organisasi di bawah World Health Organization/Food and Agriculture Organization (WHO/FAO).
"Beberapa negara pun masih mengizinkan penggunaan EtO sebagai pestisida," lanjut Penny.
Tindak lanjut BPOM
Meski disebut aman dikonsumsi, BPOM tetap melakukan tindak lanjut, Bunda. Penny dan pihaknya telah meminta pelaku usaha termasuk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk untuk melakukan mitigasi risiko. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus berulang.
Tak hanya itu, BPOM juga melakukan monitoring, pengawasan pre-market, serta post-market di sarana tempat produk beredar. Ini dilakukan untuk memastikan produk yang terdaftar di BPOM aman untuk dikonsumsi.(mua)
Bantahan Indofood soal Taiwan & Malaysia Tarik Indomie karena Diduga Biang kanker
Tim HaiBunda | Haibunda
Senin, 01 May 2023 14:38 WIB
Jakarta - Malaysia dan Taiwan menjadi dua negara yang menemukan jejak etilen oksida dalam kemasan Indomie rasa Ayam Spesial. Etilen Oksida merupakan senyawa karsinogen atau bersifat kanker, Bunda.
Kedua negara ini pun akhirnya memutuskan untuk menarik sementara produk impor Indomie varian tersebut. Sebab, keduanya khawatir senyawa karsinogen ini dapat memicu reaksi buruk ke tubuh.
Sebelum Indomie, Departemen Kesehatan Taiwan juga sempat melaporkan temuan serupa. Namun, temuan sebelumnya berasal dari produk merek berbeda.
Indofood buka suara terkait ditariknya Indomie
Nah, terkait temuan senyawa karsinogen ini, pihak dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, pun angkat bicara. Anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur ini menegaskan bahwa produk mi instan Indomie aman dikonsumsi.
"Kami ingin menegaskan bahwa sebagaimana disampaikan oleh Badan POM RI, produk mi instan Indomie aman untuk dikonsumsi," ungkap Direktur ICBP Taufik Wiraatmadja saat dikonfirmasi, Jumat (28/4/23).
Tak hanya varian Indomie rasa Ayam Spesial, pihak Indofood memastikan seluruh produk Indomie berbagai varian rasa yang beredar di Indonesia juga aman dikonsumsi warga. Standar keamanan produk pangan ini sudah mengacu pada Codex Standard for Instant Noodles yang juga berkaitan dengan ketentuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI).
"Produk mi instan kami telah mendapatkan Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) serta diproduksi di fasilitas produksi yang tersertifikasi Standar Internasional," ujar Taufiq.
Sampai saat ini, ICBP telah mengeskpor produk mi instan merek ini ke berbagai negara, Bunda. Bahkan ekspor sudah dilakukan di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun.
Tak hanya itu, Perseroan juga telah mengklaim dan memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia dan berbagai negara dimana produk mi instan ICBP dipasarkan.
(ank/som)
Kemendag Konfirmasi Indomie yang Mengandung Zat Pemicu Kanker di Taiwan Sama dengan yang Dijual di Indonesia
Reporter Riani Sanusi Putri
Editor Martha Warta Silaban
Kamis, 4 Mei 2023 12:42 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan kembali buka suara soal temuan zat pemicu kanker dalam mie instan merk Indomie rasa ayam spesial oleh Departemen Kesehatan Taipei. Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengkonfirmasi bahwa produk itu adalah produk yang sama dengan yang dijual di Indonesia.
Ia menjelaskan produk yang ditemukan mengandung zat pemicu kanker itu bukan diekspor oleh distributor resmi, melainkan oleh individu-individu asal Indonesia. Alhasil, produk tersebut belum disesuaikan dengan standar dari Departemen Kesehatan Taiwan.
"Nah itu adalah Indomie yang standar Indonesia. Memang berbeda jadinya," ujar Didi saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta Pusat pada Kamis, 4 Mei 2023.
Didi berujar apabila produk yang diekspor dari Indonesia berasal dari distributor resmi, seluruhnya sudah disesuaikan dengan syarat-syarat yang diminta oleh Taiwan. Termasuk penyesuaian standar kandungan etilen oksida yang memicu kanker ini.
Ihwal keamanan produk Indomie yang beredar di Indonesia, Didi mengatakan hal itu adalah urusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tetapi ia menekankan setiap negara mempunyai standar yang berbeda-beda.
Menurut dia, badan internasional telah memberi wewenang kepada setiap negara untuk menentukan sendiri standar kandungan dalam makanan dan minuman yang beredar. Sehingga, kata dia, antara Indonesia, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Korea wajar apabila memiliki standar yang berbeda.
"Jadi kami kalau mengekspor sebuah produk, terutama mamin (makanan dan minuman) itu akan menyesuaikan sendiri dengan standar permintaan negara setempat," ucapnya.
Adapun etilen oksida yang ditemukan oleh otoritas Taiwan dalam Indomie itu disebut melebihi standar kesehatan yaitu 0,187 mg/kg (ppm). Sementara itu, The California Environmental Protection Agency (CalEPA) telah menetapkan paparan referensi penghirupan kronis pada tingkat 0,03 miligram per meter kubik (mg/m3).
Zat tersebut dinilai dapat menyebabkan kanker. Kasus leukemia dan kanker lainnya telah dilaporkan terjadi pada pekerja yang terpapar residu etilen oksida tingkat tinggi. Etilen oksida telah terbukti menyebabkan kanker limfoid dan tumor otak, paru-paru, jaringan ikat, rahim dan kelenjar susu pada hewan yang terpapar etilen oksida melalui inhalasi.
Paparan gas etilen oksida dengan jumlah tinggi juga dapat mengakibatkan bahaya bagi tubuh, seperti iritasi pernapasan dan paru-paru, sakit kepala, mual, muntah, diare, sesak napas, dan sianosis. Paparan kronis berpotensi memicu terjadinya efek reproduksi, perubahan mutagenik, neurotoksisitas, dan sensitisasi.
Ini Hasil Uji Malaysia ke Indomie Ayam Spesial Terkait Jejak Biang Kanker
Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 14 Mei 2023 07:31 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia melepas penarikan dua mi instan yang diduga menjadi biang penyakit kanker lantaran mengandung senyawa yang berbahaya, Etilen Oksida (EtO). Kedua produk mi instan tersebut diketahui berasal dari Indonesia, yakni Indomie Rasa Ayam Spesial dan Ah Lai White Curry Noodles dari Malaysia.
Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah melakukan pengujian laboratorium ulang. Hasilnya, menunjukkan bahwa kedua produk tersebut memenuhi standar dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
"Yang diperintahkan untuk ditarik kembali setelah terdeteksi etilen oksida, telah dipastikan aman untuk dikonsumsi dan memenuhi ketentuan perundang-undangan yang ditetapkan," demikian penjelasan Dirjen Kemenkes Malaysia Dr Muhammad Radzi Abu Hassan, dikutip dari CNA, Minggu (14/5/2023).
"Berdasarkan analisis laboratorium yang telah dilakukan pada sampel, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa produk tersebut memenuhi undang-undang yang ditentukan dan aman untuk dimakan," ungkapnya dalam sebuah pernyataan.
Menurut Ridzi, Kementerian Kesehatan Malaysia menerapkan enam tingkat pemeriksaan terhadap produk makanan impor pada pintu masuk negara berdasarkan risiko. Produk yang tak sesuai aturan ditarik dari pasaran.
"Untuk pemeriksaan Level 5 yaitu Hold, Test and Release (TUL), produk pangan yang masuk ke dalam negeri akan ditahan dan dianalisis terlebih dahulu," terang dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menarik produk mi Indomie Rasa Ayam Spesial dan Ah Lai White Curry Noodles, 26 April. Namun setelah melakukan pengujian, Malaysia menemukan bahwa produk tersebut sesuai standar yang berlaku.
Penarikan kedua mi tersebut menyusul pernyataan Departemen Kesehatan Taiwan yang mengatakan keduanya mengandung etilen oksida. Temuan itu merupakan bagian dari pemeriksaan mie instan kota di Taipei.
Pada bumbu mi instan produk Indonesia, ditemukan mengandung 0,187 mg/kg etilen oksida. Sedangkan pada saus mi instan dari Malaysia, ditemukan sebanyak 0,065 mg/kg etilen oksida.
Sebagaimana diketahui, Etilen oksida (EtO) merupakan jenis gas tidak berwarna yang mudah terbakar dan berbau manis. Zat ini biasanya digunakan untuk pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, pelarut, atau produk lainnya.
Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya belum mengatur batas maksimal residu EtO sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.
Menurut informasi di situs web Biro Zat Beracun dan Kimia Taiwan di bawah Administrasi Perlindungan Lingkungan Tingkat Kabinet, etilen oksida beracun jika dikonsumsi atau dihirup. Selain berisiko menyebabkan limfoma dan leukemia, etilen oksida dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit dan mata jika bersentuhan dengan zat tersebut. Bahkan pada kondisi lainnya, bisa memicu cacat lahir dan keturunan.
(suc/suc)
.jpeg)

.jpeg)