Inovasi Digital Dorong Perubahan Dunia Pariwisata
Data jumlah penerbangan November 2022 sudah mencapai sekitar 76 persen.
Red: Lida Puspaningtyas
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar ekonomi dari Universitas Indonesia
Teguh Dartanto menyebut hadirnya ragam inovasi digital mampu mendorong
pertumbuhan pariwisata yang berdampak positif bagi
perekonomian Indonesia.
"Platform digital membuat wisata kini bisa menjadi lebih
ekonomis sehingga pertumbuhannya lebih pesat," kata Teguh dalam
keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat (23/2/2023).
Teguh mengatakan, melalui platform digital tujuan wisata-wisata baru
dapat bermunculan dengan lebih menekankan sensasi pengalaman, atau
keunikan potensi sebuah destinasi.
Digitalisasi menjadi krusial dengan perannya
memperkenalkan destinasi wisata lama maupun baru dengan jangkauan
pasar yang lebih luas.
Teguh mencontohkan platform aplikasi digital pariwisata memiliki
dampak besar, dengan upayanya menyediakan berbagai
fitur hingga program berwisata.
"Sebagai perusahaan teknologi, inovasi merupakan hal yang krusial
untuk dapat terus berkembang, beradaptasi, dan menyediakan
solusi perjalanan yang relevan dalam menjawab kebutuhan
dan aspirasi konsumen," ujarnya.
Industri pariwisata Indonesia semakin menunjukkan pemulihan
signifikan setelah dilanda pandemi COVID-19. Data Badan
Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan bahwa data jumlah
penerbangan November 2022 sudah mencapai sekitar 76
persen dari level Januari 2019.
Penetrasi online travel di Indonesia baru sekitar 40 persen,
lebih rendah jika dibandingkan 60 persen di China dan
sekitar 80 persen di Amerika Serikat (AS) sehingga masih
banyak potensi yang bisa digarap sehingga penetrasi
ini bisa lebih meningkat.
Dengan adanya inovasi digital melalui berbagai platform
yang didukung fitur hingga program berwisata terbukti
semakin meningkatkan jumlah wisatawan karena kemudahan
dalam memilih akomodasi pada destinasi pilihan, serta
memastikan konsumen mendapatkan pengalaman perjalanan
dengan mudah sesuai kebutuhannya.
Hal ini membawa optimisme industri pariwisata ke arah
positif di mana baru-baru ini, Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif menargetkan nilai devisa pariwisata di kisaran
Rp 30,4 triliun pada 2023 dengan target jumlah wisatawan
mancanegara hingga 7,4 juta kunjungan dan wisatawan
lokal mencapai 1,4 juta.
https://ekonomi.republika.co.id/berita/rqlbt9502/inovasi-digital-dorong-perubahan-dunia-pariwisata
