MENCICIPI "PEDAS NYA" AYAM RARANG




Mataram, Polkrim On Line

Sajian khas Mataram, ayam rarang ini tampak pedas, karena berlumur bumbu sambal yang masih ditambah dengan taburan cabai rawit. Pasti pedas dan nikmat.

Bagi yang kebetulan sedang berkunjung ke Pulau Lombok, berjalan-jalan di tempat balap motor dunia Mandalika, jangan lupa untuk sekedar mampir berkunjung ke wilayah Lombok Timur. Rumah makan ayam rarang ini ditempuh dari bandara internasional Praya sekitar 1,5-2 jam perjalanan. Arah jalan menuju Gunung Rinjani Lombok. Sebagian wilayah Lombok Timur memang terletak di lereng Rinjani.

Ayam Rarang adalah salah satu menu khas yang tidak boleh dilewatkan untuk dicicipi. Konon nama Rarang diambil dari nama sebuah desa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

Sekilas, tampilan Ayam Rarang tampak sangat pedas.Namun setelah dicicipi, rasa Ayam Rarang tidak sepedas penampilannya. Jadi "don't judge from the cover". Aman untuk yang tidak terbiasa dengan segala pedas gaya Mataram.

Menu Ayam Rarang ini berbeda dengan menu ayam Taliwang. Bumbu-bumbu yang digunakan jauh lebih banyak. Akan tetapi meski berlimpah bumbu pedas, bumbu sambal yang digunakan dalam Ayam Rarang, telah dimasak dan digoreng terlebih dahulu. Sehingga tidak terlalu terasa pedasnya. Itu adalah salah satu rahasia rasa Ayam Rarang yang sudah tidak terlalu pedas lagi saat disantap, meskipun penampilannya terlihat pedas banget.


Dipatok dengan harga yang variatif, antara 35-60 ribu, basanya  ayam Rarag disajikan dengan sayur bayam, lalapan, dan kacang goreng. Wah bertambah nikmat lagi rasa yang ditawarkan.

Ayam Rarang sendiri sebenarnya adalah resep ciptaan asli nenek pemilik Rumah Makan Rarang ini. Menu Ayam Rarang pertama diperkenalkan oleh Inaq Delah, nenek dari pemilik warung ayam Rarang III di Mataram.

Resep asli itu akhirnya membuat Ayam Rarang terkenal menjadi menu khas daerah Lombok Timur. Banyak yang membeli ayam Rarang untuk dijadikan oleh-oleh. Bahkan bumbu ayam Rarang juga banyak dipesan keluar kota. 

Selain rasa dan penampilannya yang menggiurkan, yang lebih unik lagi adalah cara penyajian ayam Rarang. Cara Penyajian ayam Rarang tak kalah unik dengan rasanya. Karena ayam yang akan dikonsumsi oleh para penikmat makanan akan disajikan dengan cara "disunggi" di atas kepala.

Sayangnya meski nikmat, ayam Rarang asli hanya bisa didapatkan di Lombok Timur saja. Tidak seperti Ayam Taliwang, yang telah membuka banyak cabang di kota-kota di Indonesia. Ayam Rarang tampaknya masih belum membuka cabang di luar Mataram. 

Belum ada cabang Ayam Rarang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Medan dan kota-kota lain di Indonesia. Akan tetapi Redaksi Polkrim membuka kesempatan untuk para peminat kuliner, yang ingin ikut membuka cabang Ayam Rarang, baik di dalam atau pun di Manca Negara. Redaksi membuka kesempatan (Lihat Kontak Nomer yang tersedia pada halaman ini) dengan mengikuti persyaratan tertentu untuk pembukaan cabang dan reseller (Alexandra)





Lebih baru Lebih lama