Drama Perebutan Kekuasaan Dan Konflik Percintaan Lanling King
Film Serial The Princess Of Lanling King mengangkat konflik percintaan dengan latar belakang konflik yang terjadi pada Dinasti Qi Utara dan Dinasti Zhou Selatan (420 M -589 M). Dalam catatan sejarah China yang dipercaya, kekacauan terjadi selama bertahun-tahun di Qi Utara karena intrik politik, perebutan kekuasaan, korupsi, perselingkuhan, sebelum akhirnya Dinasti Qi Utara ditaklukkan oleh Dinasti Zhou Selatan.
Lanling King (2015/2016) dalam serial TV 47 episode ini menjadi representasi dari Jenderal besar Hulu Guang, yang dibunuh oleh Kaisar Gao Wei pada 572 M (dalam Serial TV ini pembunuhan tercatat dilakukan pada 573 M). Kegagalan cinta Lanling King dengan Qing Suo, disebabkan oleh ikut campurnya ibu Jenderal, yang mencoba mengatur perjodohan Lanking King. Upaya memaksakan perjodohan yang dilakukan oleh Ibu Jenderal berakhir fatal. Qing Suo yang sangat mencintai Lanling King akhirnya memuarakan cintanya pada Yuweng Yong, Kaisar Zhou Selatan.
Kekacauan scipt film ini terlihat pada saat momentum Qing Suo mengetahui Lanling King dibunuh oleh Kaisar Gao Wei. Qing Suo yang seolah telah melabuhkan hati pada Yuweng Yong malah melarikan diri dari istana Kaisar Yuwen Yong. Qing Suo mencari Ibu Lanling King yang menjadi gila hilang ingatan, setelah kematian Lanling King dan jodohnya yang dipaksakan.
Drama Televisi berlatar belakang sejarah ini cukup kacau balau setting dan script nya. Mencoba mencampurkan antara unsur cerita percintaan dan pemaksaan dengan fakta sejarah membuat film serial ini gagal mengangkat unsur romantisme percintaan dan fakta sejarah yang remang-remang.
Sebagai sebuah hiburan, serial TV ini cukup lumayan menghibur. Akan tetapi alur ceritanya yang tidak konsisten menggambarkan perasaan tokoh wanita Qing Suo membuat para penonton juga dipaksa terjebak pada kegagalan cinta Lanling King dan kekacauan konflik antara Ibu dan anak dalam masalah perjodohan Lanling King.
Seharusnya film akan jauh lebih menarik jika mengangkat berbagai fakta sejarah kekacauan yang terjadi dalam sejarah Dinasti Qi Utara dibandingkan dengan mempertahankan konflik yang memiliki jejak imajiner yang mendekati real pada konflik Lanling King dan Ibunya.
Hasil akhirnya, film ini menjadi film yang tidak jelas karakternya. Sebagai Film romantis, film ini gagal memetakan dan memaksa pemeran utama mengambil posisi cerita happy ending. Akan tetapi sebagai sebuah karya film dengan pendekatan karakter sejarah, tak banyak fakta yang mampu ditampilkan kepada para pemirsa televisi.
Lanling King The Movie : Versi Lain Dari Lanling King
Lanling King atau dalam bahasa China disebut Lanling Wang, termasuk salah satu cerita yang dibuat dalam beragam versi. Sebagai drama Televisi Serial Lanling King pertama dibuat dan diluncurkan pada tahun 2012/2013. Dan merupakan film drama yang dikembangkan dari cerita Manga yang ditulis ceritanya dan dibuat di Jepang. Versi Manga dari Lanling King telah dikenal sebelumnya dalam karakter Manga Jepang Crest Of The Royal Family. Manga Crest Of The Royal Family karya Chieko Hosokawa termasuk manga yang sangat disukai di Jepang dan juga peminat manga global.
Lanling King versi movies, layar lebar, terbaru (2021) yang dibuat, mencoba memberikan alternatif jalan cerita baru. Pembunuhan Jenderal besar Qi Utara dalam Lanling King The Movies ini dibedakan dengan upaya pembunuhan Lanling King sendiri. Jenderal besar Hulu Guang dibuat berbeda karakternya dengan Lanling King (Gao Changgong). Dalam versi The Movies ini Hulu Guang diberikan karakter sebagai Jenderal yang sudah sangat tua dan dibunuh oleh konspirasi He Shikai dan Zu Ting. Jenderal Hulu Guang dicitrakan sebagai ayah sekaligus guru dari Lanling King.
Dalam versi movies ini Lanling King berhasil diselamatkan dari penjara setelah jebakan fitnah yang dibuat oleh He Shikai dan Zu Ting. Bahkan dua tokoh ini berhasil dibunuh oleh Lanling King. Dan Feng Xiaolian atau Zheng'er atau Yang Xuewu atau Nyonya Zheng, berhasil diselamatkan dan akhirnya bersama dengan Lanling King setelah berhasil membunuh Perdana Menteri He Shikai yang membuat kekacauan dan biang Korupsi di Dinasti Qi Utara.Karakter Xiaolian dalam versi Film ini berbeda dengan karakter yang disandangkan dalam serial televisi dan karakter yang ada di dalam Manga. Dalam karakter serial televisi sebelumnya Xiaolian atau Qing Suo dilabeli dengan label gadis surga yang membawa keberkahan bagi tahta dinasti dan penyatuan seluruh wilayah China kembali setelah sebelumnya berhasil dilakukan oleh Dunasti Qin (221 M-206 M). Dalam versi Film karakter Xiaolian adalah seorang wanita biasa keturuan bangsawan yang keluarganya menjadi korban pembunuhan karena alasan politik oleh He Shikai.
Versi The Movies ini berhasil menempatkan berbagai karakter yang kuat pada tokoh-tokohnya. Alur filmnya menjadi jauh lebih teratur dan membuat penonton puas, tidak terombang-ambing dalam karakter tidak stabil yang dibuat dalam versi karya film sebelumnya.
Sayangnya perbaikan karakter yang dibuat dalam versi 2021 ini membuat alur film menjadi monoton dan kehilangan unsur romantisme film yang biasanya menjadi salah satu point penting dalam sebuah film. Unsur sejarah Tiongkok jauh lebih jelas diangkat dalam karya ini, akan tetapi karena unsur sejarah yang hadir membuat film menjadi lebih kaku. Diperlukan besutan sutradara baru, yang lebih kampiun, dalam mengangkat kembali unsur sejarah dan unsur romantisme nya, agar karya film ini menjadi jauh lebih berkesan bagi para penikmat karya film dan sineas. (vijay)
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)