Opini
Oleh : Al Jalal Al Husainy
Mengaku sebagai anggota Banser NU, Abu Janda, sering menebar kata-kata yang membuat amarah. Tapi tak pernah ada teguran atau peringatan dari Banser NU. Padahal Banser NU sendiri adalah ormas dengan bendera Islam.
Kata kata terbaru Abu Janda, yang sangat menyinggung adalah tentang Sejarah Masjid Al Aqso dan Tentang Al Qur'an yang katanya sudah dirubah rubah pada masa Kekhalifahan.
Meskipun mengaku seorang Muslim, akan tetapi cara bicara dan pembalikan logika, yang dipakai Abu Janda, adalah cara cara yang dipakai oleh musuh musuh Islam. Mengejek Nabi Muhammad tentang pembangunan Masjid Al Aqso adalah topik yang dikoar koarkan anggota Banser ini di sekitar peringatan peristiwa Isra' Mi'raj.
Akan tetapi itu tak seberapa. Kata-kata yang lebih parah disampaikan oleh Abu Janda adalah saat anggota Banser itu mengatakan bahwa Al Qur'an sudah dirubah rubah pada masa Kekhalifahan. Tulisan dan kata-kata ini lebih fatal bagi umat Islam. Membalik-balik logika soal Kompleks Kiblat Pertama umat Islam Al Aqso dengan sasaran lebih parah menghina dan menistakan Al Qur'an Kitab Suci Umat Islam.
Akan tetapi Rasulullah yang baik itu, memahami dengan baik, bahwa akan ada orang yang benci pada Islam dan terus menerus menyerang Agama Islam. Mengenai para penyerang Al Qur'an ini, Rasulullah menyebutkan dalam kata-katanya yang terkenal dan diabadikan dalam memori semua penganut Agama Islam dengan baik.
Begini cara Rasulullah menjawab kata-kata ngawur anggota Banser Abu Janda.
TIDAK PERNAH BENGKOK SEHINGGA PERLU DIREVISI DAN DILURUSKAN.
Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah jamuan Allah. Oleh karena itu, terimalah jamuan-Nya ini menurut kemampuan kalian.
Sesungguhnya Al-Qur'an adalah tali Allah, cahaya yang terang-benderang, obat yang bermanfaat, menjadi penyelamat bagi orang yang berpegang teguh kepadanya dan menjadi kebahagiaan bagi orang yang mengikutinya.
Ia tidak pernah menyimpang sehingga patut dicela dan tidak bengkok sehingga harus diluruskan. Keajaibannya tidak akan pernah berakhir dan tidak akan perlahan musnah karena banyaknya penolakan.
- Rasulullah Muhammad saw -
(HR. Al-Hakim)
Menjawab mulut comel tak berpengetahuan Abu Janda cukup dengan kata-kata Rasulullah saja. Tak perlu ditanggapi, karena memang logika yang digunakan oleh Abu Janda adalah logika devide et impera, pecah pecah lalu kuasailah.
Tak perlu terpancing marah dan emosi dengan Abu Janda yang ngawur. Doakan saja Abu Janda dapat hidayah sehingga suatu saat dia sendiri akan menemukan kesalahan dari semua kata-katanya yang ngawur dan menyakitkan. Kata kata yang sama juga telah diucapkan juga oleh musuh musuh Agama Islam yang tidak suka pada Islam.
Al Qu'an Surat Az Zumar ayat 23
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur'an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
Az Zumar : 25
Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.
Az Zumar : 26
Maka Allah menimpakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sungguh, azab akhirat lebih besar, kalau (saja) mereka mengetahui.
Az Zumar : 27
Dan sungguh, telah Kami buatkan dalam Al-Qur'an ini segala macam perumpamaan bagi manusia agar mereka dapat pelajaran.
Az Zumar : 28
Yaitu) Al-Qur'an dalam bahasa Arab, tidak ada kebengkokan (di dalamnya) agar mereka bertakwa.
Mengacaukan Sejarah Tentang Masjidil Aqsa
Abu Janda selain menghina Al Qur'an juga membuat sejarah melenceng tentang Masjidil Aqsha. Bahkan seorang pendukung Abu Janda menggambarkan bahwa Masjidil Aqsha adalah Kuil Jupiter orang orang Romawi.
Kompleks Masjid Al Aqso, adalah kiblat pertama Umat Islam, sebelum kemudian kiblat itu diarahkan oleh Allah ke Ka'bah di Mekkah.
Narasi yang dibuat Abu Janda dan teman-teman nya menyatakan bahwa Masjid Al Aqso adalah bangunan baru yang dibangun pada masa Islam adalah kesalahan utama logika yang dibuat oleh Abu Janda.
Komplek Al Aqso yang menjadi kiblat pertama Umat Islam adalah sebuah komplek bangunan yang sangat luas yang mencakup lokasi peninggalan reruntuhan bangunan baitullah yang dibangun oleh Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.
Bangunan Baitullah yang dibuat oleh Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman ini dihancurkan pertama oleh Raja Nebukadnezar. Dan kehancuran Baitullah ini direkam dengan jelas di dalam Bible. Kitab Yeremia di Perjanjian Lama merekam dengan baik penghancuran Baitullah ini oleh Nabukadnezar. Jaman penghancuran ini terjadi jauh sebelum abad 2 Masehi sebagaimana yang disampaikan oleh pendukung Abu Janda, Donny A Wiguna soal Kuil Yupiter Romawi.
Kehancuran Yerusalem ini terjadi pada 597 SM. Jadi jaraknya hampir 2000 tahun dari pembangunan Kuil Jupiter yang disebut sebut oleh Donny A Wiguna. Sejarah mencatat peristiwa kehancuran Baitullah ini, bahkan Perjanjian Lama juga mencatat dengan baik hal ini. Baitullah ini awal dibangun pada 957 SM oleh Nabi Daud yang diselesaikan pada Masa Nabi Sulaiman.
Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda ; ”Tatkala Sulaiman Bin Daud telah merampungkan pembangunan Bait Allah maka ia berdoa kepada Allah dengan tiga permohonan, yaitu ; hukum yang adil yang ia gunakan untuk menghukumi manusia, kerajaan yang teragung yang tiada seorangpun diberikan setelahnya, dan agar siapa saja yang ziarah ke masjid ( Baitullah ) ini dengan berniat untuk salat di dalamnya, niscaya mendapatkan pengampunan dari dosa-dosa, sebersih bayi yang lahir dari ibunya”, Rasulullah melanjutkan sabdanya, ”Dua permohonan yang pertama telah dikabulkan, dan aku berharap demikian pula bagi permohonan yang ketiga” ( HR. Ahmad dan Haitsami )
Baitullah yang hancur 597 SM ini dibangun kembali pada 515 SM, akan tetapi Baitullah ini kemudian kembali dihancurkan oleh Romawi pada tahun 70 M. Penghancuran Baitullah yang kedua ini terjadi setelah penolakan Yesus, Nabi Isa a.s. oleh para rabbi Yahudi. Dalam versi Kristen penolakan Yesus, Nabi Isa a,s. ini ditandai dengan peristiwa penyaliban di Tiang Salib. Akan tetapi dalam versi Islam, Yesus, Nabi Isa a.s. tidaklah disalibkan akan tetapi diangkat ke langit oleh Allah, untuk nanti kembali turun menjelang hari Kiamat.
Baitullah yang dihancurkan oleh Romawi Hellenian ini tidak pernah didirikan lagi. Pada tahun 135 Masehi, Romawi membangun Aelia Capitolina, kota untuk Dewi Aelia. Kuil Yupiter dibangun di Bukit Muria yang dipercaya waktu itu sebagai bekas Haykal Sulaymân.
Kurang dari 200 tahun kemudian Romawi mengganti agama resmi negara, dari sebelumnya Romawi Hellenian, menjadi Kristen. Setelah Romawi pada masa Kaisar Konstantin menjadikan Kristen sebagai agama Resmi Romawi pada tahun 313 M. Kuil Yupiter itupun dihancurkan setelah Konsili Nicea I pada 323 M.
Gereja gereja besar yang megah dibangun di Yerusalem pada masa Romawi Konstantin. Gereja Makam Kudus The Holy Sepulcher (Keluarga Suci) yang disebut oleh orang Arab sebagai Kanîsat-u ‘l-Qiyamah (Gereja Kebangkitan) dibangun pada 320 M.
Jadi Kuil Yupiter sudah dihancurkan pada 323 Masehi, menjadi puing puing di atas Bukit Muria.
Pada tahun 610 M, Persia Sasanid mengalahkan Romawi dan merebut Yerusalem. Umat Yahudi diberi wewenang untuk mendirikan negara bawahan dan mulai membangun Bait Suci kembali. Namun lima tahun kemudian, Romawi kembali mengalahkan Persia (615 M). Dan setelah Romawi Kristen berkuasa kembali upaya mendirikan kembali Baitullah ini gagal dilakukan. Pemerintah Romawi Kristen melarang para Yahudi membangun kembali Baitullah.
Jadi pada masa awal Islam, kompleks besar Al Aqso sudah berdiri banyak bangunan Gereja yang dibangun oleh Romawi. Semua bangunan yang dilihat Rasulullah pada saat Isro' Mi'raj, di Yerusalem, adalah bangunan Kristen Romawi masa Konstantin dan setelah nya. Kuil Yupiter sudah tidak ada lagi seperti yang dibuat asumsi salah oleh Donny A Wiguna.
Pada tahun 638 Masehi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab. Patriark Gereja Makam Kudus, Sophronius, menyerahkan kota itu dengan damai ke tangan Umar Bin Khattab.
Pada masa Islam tak ada bangunan yang dihancurkan, semua bangunan kuno yang ada, tetap dibiarkan berdiri oleh Khalifah khalifah Islam dan tidak diganggu.
Umar Bin Khattab diajak oleh Pendeta Kristen Sophronious ke Gereja Makam Kudus dan ditawarkan untuk shalat di dalamnya. Akan tetapi Umar menolak karena ditakutkan dapat membuat umat Islam memiliki alasan untuk mengubah gereja tersebut menjadi masjid di kemudian hari. Umar lebih memilih untuk shalat di pintu Gereja Makam Kudus. Tak pernah ada perampasan banguman milik Kristen dan Yahudi pada masa penguasaan Yerusalem oleh Islam. Semuanya dibiarkan berdiri dan tidak diganggu.
Umar bin Khatab membangun masjid Al Qibli di lokasi yang berbeda dari bangunan bangunan Gereja yang ada di Kompleks Al Aqso. Pembangunan kompleks masjid baru yang lain, kemudian juga dilakukan pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Masjid Umar (Masjid Al Qibli) dibangun ulang dan menggeser mihrab masjid tersebut sejauh 40 meter ke arah barat, sehingga antara Batu Fondasi, mihrab Masjid Al Qibli, dan Ka'bah berada dalam satu garis lurus.
Sebuah bangunan dibuat untuk menaungi Batu Fondasi, dan bangunan tersebut disebut Kubah Shakhrah pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik dan putranya, Al Walid I pada 687 M.
Proses pembangunan lokasi Masjid baru ini lah yang disebut sebut sebagai Masjid Al Aqso oleh Abu Janda dan teman temannya. Padahal konteks Al Aqso yang menjadi rujukan bagi umat Islam, bukanlah bangunan masjid yang dibangun oleh Umar, atau oleh Khalifah Abdul Malik atau Al Makmun 692 M. Komplek Al Aqso atau Masjidil Aqsha adalah keseluruhan kompleks besar Baitullah yang dibangun sejak masa Nabi Daud pada 1000 SM.
Pada masa Islam awal bangunan bangunan asli Baitullah ini sudah musnah. Bangunan yang tersisa ada adalah Gereja gereja Romawi, bahkan Kuil Yupiter yang disebut sebut Donny A Wiguna juga sudah dihancurkan sejak masa awal Kaisar Konstantin. Jadi sekali lagi yang menghancurkan Bangunan Kuil Yupiter bukanlah Umar bin Khattab atau khalifah khalifah Islam yang lain. Akan tetapi Kuil Yupiter dihancurkan oleh Pemerintahan Romawi Kristen pada Masa Konstantin. Kuil Yupiter adalah kuil yang bertentangan dengan monotheis Kristen pada masa masa pemerintahan Konstantin. Wacana Dony A Wiguna yang menggiring logika salah pada Khalifah Islam sudah dijawab oleh kenyataan sejarah itu sendiri.
Kompleks Masjid Al Aqso yang menjadi Kiblat umat Islam yang pertama adalah kompleks yang luas. Definisi Masjid Al Aqso yang menjadi lokasi kiblat tidak merujuk pada bangunan masjid dalam definisi Masjid sekarang, akan tetapi merujuk pada bangunan Baitullah yang dibangun pada tahun 1000 SM pada Masa Daud a.s. Baitullah sendiri telah hancur karena serangan oleh Nebukadnezar pada 597 SM, yang setelah dibangun kembali pada 515 SM, dihancurkan oleh Romawi non Kristen pada 70 M.
Kesalahan logika dan pemahaman besar, kalau merujuk kompleks Al Aqso yang menjadi kiblat pertama Umat Islam sebelum Ka'bah di Mekah, pada bangunan Masjid yang dibangun sejak Umar Bin Khattab dan Dinasti Islam sebelum nya. Kiblat pertama umat Islam di Yerusalem merujuk pada Bangunan Baitullah yang dibangun oleh Nabi Daud a.s. yang dihancurkan oleh Nebukadnezar dan dihancurkan kembali oleh Romawi Non Kristen pada 70 M. Kejadian penghancuran Baitullah yang terakhir ini terjadi 500 tahun sebelum hadirnya Islam.
Dan bangunan-bangunan yang dilihat oleh Rasulullah pada saat Isra' Mi'raj adalah bangunan-bangunan yang dibangun terakhir oleh Konstantin Nicea yang telah menerima Kristen sebagai pengganti Romawi Hellenian sebelum Kristen. Memutar balikkan logika dengan sengaja, dan melawan sejarah, yang dilakukan oleh Abu Janda dan juga Donny A. Wiguna dan kawan-kawan nya, sungguh tidak berguna. Karena sejarah mencatat bahwa logika salah dan upaya penipuan yang mereka lakukan sia-sia saja. Apalagi upaya mendiskreditkan dan mencoba mencemari Kitab Suci Al Qur'an. Bahkan cacian mendiskreditkan Al Qur'an Abu Janda, sudah dijawab sendiri oleh Rasulullah sejak beliau masih hidup. Umat Islam tidak perlu gusar atau pun panik. Doakan saja agar mereka yang suka menebar fitnah dan logika-logika jahat dan salah gaya devide et impera ini segera mendapatkan hidayah dari Allah.
Baca Juga :