Cukup Pancasila Tidak Butuh Khilafah
Sebuah account tiktok dengan nama bungaxxx mengangkat sebuah konsep pengelolaan permasalahan negeri.
Konsep bagus, akan tetapi bukan Pancasila, tidak akan bisa jalan dengan lancar di Indonesia. Khilafah mungkin bisa dipakai di tempat lain, akan tetapi Nusantara, Indonesia telah memiliki Pancasila yang memayungi ratusan dan ribuan perbedaan. Negeri dengan tingkat keragaman paling tinggi di dunia.
Tentu saja, Indonesia cukup dengan Pancasila saja tidak butuh dengan konsep Khilafah. Konsep ide perbaikan kinerja negara nya boleh diterima, tapi baju Khilafah nya tidak dibutuhkan. Cukup konsepnya saja. Kita sudah memiliki Pancasila.
Cukup disayangkan konsep Khilafah ini dibawa oleh yang mengaku sebagai Angkatan 1998. Padahal Angkatan 1998 memperjuangkan demokrasi rakyat, untuk menumbangkan demokrasi ala militer yang dipraktekkan selama 30 tahun lebih oleh Mantan Presiden Soeharto.
Padahal jika dipelajari kembali, ternyata konsep Khilafah yang dibawa juga adalah konsep teokrasi yang merupakan konsep lama yang bahkan berbeda dengan konsep demokrasi yang diajarkan oleh Rasullullah.
Sebenarnya konsep Khilafah yang diangkat hanyalah sebuah konsep yang merespons kekalahan Irak dalam perang Teluk melawan Pasukan Sekutu beberapa tahun yang lalu, dan bukan murni dari Rasullullah. Malah lebih dekat kepada konsep Teokrasi Bani Ummayyah atau Bani Abbassiah, yang telah gagal selama ratusan tahun yang lalu.
Ide perbaikan konsep pengelolaan negara mungkin memang bagus. Akan tetapi tak perlu membingkai ide bagus dalam konsep salah tentang Khilafah yang memang tidak sesuai dengan konsep negara Pancasila NKRI. Jalankan saja ide itu dalam konsep negara Pancasila, juga pasti akan bisa berjalan, tanpa harus mengadopsi konsep Khilafah.
Mungkin aktivis 1998 yang sesat ini juga tidak tahu kalau Pancasila sebagai sebuah konsep kenegaraan bahkan telah diambil dan dicontek oleh negara-negara Sekutu.yang mengalahkan Demokrasi ala partai sosialis Saddam Husein yang tumbang oleh Demokrasi ala Sekutu.
Sekutu saja sudah mengadopsi Demokrasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, apakah Demokrasi Pancasila harus mengambil konsep Khilafah yang muncul karena kegagalan di Irak ?
Pemenang malah diminta mengikuti jalur pecundang ? Yang sudah terbukti malah diminta mengganti dengan konsep yang sudah gagal ratusan tahun yang lalu. Set back dan mundur dong.....konsep yang mirip atau bahkan sama pernah di perjuangkan dengan senjata oleh DI/TII/NII beberapa tahun yang lalu (VIJ).
.jpeg)
