Top News

Pelantikan Hipakad DPC Bekasi

Bekasi (www.polkrim.tk)
Pada hari Sabtu, 13 Mei 2017, bertempat di Gedung Pertemuan Wulan Sari, dilantik dengan resmi kepengurusan DPC Hipakad Distrik Bekasi. Ketua DPW Hipakad Provinsi Jawa Barat Dr (c) Bambang Soekadji memberikan masukan tentang pembentukan Wawasan Kebangsaan kepada para peserta yang hadir.

Dalam acara pelantikan ini hadir 200 lebih utusan dari Ormas yang ada di Bekasi dan sekitarnya. Dalam pidato pelantikannya Ketua terpilih DPC Bekasi, Benny Irianto Nababan mengatakan bahwa Hipakad saat ini telah berubah bentuk dari organisasi ekslusif menjadi organisasi terbuka.

"Bahkan rekan rekan dari Banser NU yang ingin bergabung dengan Hipakad kami akan sambut menjadi simpatisan dan bahkan anggota kehormatan. Kita terbuka dengan sesama warga negara yang menjadikan Pancasila dan kesetiaan pada NKRI sebagai poros perjuangannya."

Dalam acara pelantikan hadir juga ketua DPC Distrik Bekasi periode sebelumnya, dan juga Dewan Penasihat DPC Organisasi, memberikan masukan dan wejangan yang bermanfaat untuk kepengurusan yang baru.

Selanjutnya Ketua Umum DPW Hipakad Jawa Barat dalam pidatonya juga menyatakan bahwa pada saat ini  " Banyak kalangan yang melihat perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika bergeser pada apa yang dialami oleh setiap warganegara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan. Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan.

Pandangan di atas sungguh wajar dan tidak mengada-ada. Krisis yang dialami bangsa Indonesia berkembang menjadi krisis multi dimensional yang saling mengait. Krisis ekonomi yang tidak kunjung henti berdampak pada krisis sosial dan politik, yang pada perkembangannya justru menyulitkan upaya pemulihan ekonomi. Konflik horizontal dan vertikal yang terjadi dalam kehidupan sosial merupakan salah satu  akibat dari semua krisis yang terjadi, yang melahirkan ancaman dis-integrasi bangsa." (VIJ)
Lebih baru Lebih lama