Konferensi IBRAF Ke 5 : Lahirkan Dasasila Media, Dari Bandung Untuk Dunia

Bandung, Polkrim On Line
Pembukaan Konferensi Internasional " Media For World Harmony" yang diadakan bersamaan dengan annual Meeting ke 5 IBRAF Rabu (22/2) menyerukan Dasasila Media ke dunia media dan penyiaran global.

Pembukaan Konferensi IBRAF menyerukan agar media digunakan untuk kemanusiaan (humanity), peningkatan peradaban manusia (cuvilization), pendidikan, kebudayaan, dan menghentikan penggunaan media untuk tujuan radikalisme, ekstrimisme.

Dokumen Dasasila Media, dari Bandung untuk dunia ini ditandatangani oleh 40 negara negara Islam yang tergabung dalam IBRAF/ negara negara Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Deklarasi Bandung ini berisikan lima dasar yang harus menjadi dasar dari media dan penyiaran negara negara Islam di bawah IBRAF.

1. Humanity, kemanusiaan
2. Responsibility, bertanggung jawab
3. Friendship, persahabatan
4. Enlightment, mencerahkan
5. Harmony, mengedepankan keserasian

Walikota Bandung, Ridwan Kamil, yang menjadi tuan rumah acara membacakan butir butir Deklarasi Bandung yang disebutnya sebagai Dasasila Media, terinspirasi dari Dasasila Bandung tahun 1955. Tidak dijelaskan lima nilai lain yang membuat genap, menjadikan lima prinsip tersebut menjadi dasasila media.

Menko Maritim Jenderal Luhut B. Panjaitan yang hadir ikut membuka acara mewakili Presiden Jokowi, memberikan gambaran kondisi media yang saat ini juga dipengaruhi oleh berbagai informasi yang tidak benar, hoax information, dan konten informasi yang tidak bertanggung jawab.

Selain dihadiri oleh negara negara anggota IBRAF yang merupakan anggota negara OKI (Organisasi Konferensi Islam), pertemuan tahunan kelima ini juga dihadiri oleh tujuh negara peninjau (Amerika Serikat, Portugal, Taiwan, Hongkong/RRC, Singapura, Jerman, dan Belanda).

Hadir dalam acara pembukaan Presiden IBRAF, Yuliandre Darwis, yang juga ketua KPI, Menkominfo Rudiantara, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan, serta delegasi dan perwakilan pemerintahan negara-negara anggota IBRAF (Vijay)

Lebih baru Lebih lama