Bojonegoro, Polkrim On Line
Puluhan Dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur resah, menyusul matinya server sertifikasi dosen milik Kementerian Riset Dan Teknologi, Pendidikan Tinggi sejak dini hari (6/10/2016).
Sebanyak lebih dari 43 Perguruan Tinggi di Jawa Timur dan ratusan dosen mengikuti sertifikasi dosen (serdos) tahun 2016 ini. Tenggang waktu pemasukan seluruh data persyaratan untuk sertifikasi dosen jatuh pada hari Jum'at (7/10/2016).
Tiga orang dosen dari Universitas Islam Majapahit (UNIM) Asmaul Aziz, Titik Inayati, dan Dian, yang sedang mengisi data-data sertfikasi dosen nasional sejak beberapa hari terakhir terpaksa kecewa dengan matinya server milik Kementerian Ristek Dikti ini. Kepada Polkrim mereka menyatakan kekecawaannya dengan buruknya layanan sistem on line pendaftaran serdos.
" Ada beberapa data yang sedang kita unggah dan gagal karena tiba-tiba server sertifikasi dosennya mati sejak dini hari tadi malam.. " kata Dian kepada Polkrim.
Dihubungi via telpon 031-5925xxx layanan Kopertis Wilayah VII, Surabaya tidak memberikan jawaban. Dari pengamatan yang dilakukan oleh Polkrim selama satu bulan terakhir, beberapa layanan on line yang diberikan oleh Kementerian Riset Dikti sering mengalami gangguan. Server layanan yang diberikan secara on line mengalami beberapa kendala layanan mendasar yang parah.
Situs Who.Is yang dijadikan lokasi untuk melakukan verifikasi eksistensi layanan server memberikan data bahwa layanan serdos yang diberikan oleh Kemenristek Dikti dalam kondisi tidak aktif. Sementara itu dari aplikasi penjejak domain whois.domaintools.com terlihat keanehan. Administrator serdos ristekdikti.go.id yang menamakan dirinya Yunus Khomeini memberikan nomer telepon palsu di data domaian sertifikasi dosen dengan nomer +623169688.
Padahal alamat administratornya ada di Gedung BPPT, di Jalan MH Thamrin No.8 Jakarta Pusat. Nomer kontak administrator dipastikan palsu, karena setelah dihubungi tidak bisa terhubung. Dan setelah dilakukan verifikasi kepada PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), nomer yang dicantumkan oleh administrator serdos berkode area 031 - Surabaya ternyata adalah nomer palsu.
Beberapa server data milik pemerintah kurang rapi dalam menerapkan layanan good governance, sehingga beberapa data yang diberikan bukan data yang valid. Padahal berdasarkan ketentuan dalam UU ITE (Informasi Dan Transaksi Elektronik) seluruh layanan elektronik yang diberikan oleh pemerintah harus menggunakan ketentuan pengelolaan yang baik (good governance) yang tidak mengijinkan adanya data yang tidak benar atau bahkan palsu seperti yang diberikan oleh administrator sertver dari layanan sertifikasi dosen (Vijay)
Puluhan Dosen di beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur resah, menyusul matinya server sertifikasi dosen milik Kementerian Riset Dan Teknologi, Pendidikan Tinggi sejak dini hari (6/10/2016).
Sebanyak lebih dari 43 Perguruan Tinggi di Jawa Timur dan ratusan dosen mengikuti sertifikasi dosen (serdos) tahun 2016 ini. Tenggang waktu pemasukan seluruh data persyaratan untuk sertifikasi dosen jatuh pada hari Jum'at (7/10/2016).
Tiga orang dosen dari Universitas Islam Majapahit (UNIM) Asmaul Aziz, Titik Inayati, dan Dian, yang sedang mengisi data-data sertfikasi dosen nasional sejak beberapa hari terakhir terpaksa kecewa dengan matinya server milik Kementerian Ristek Dikti ini. Kepada Polkrim mereka menyatakan kekecawaannya dengan buruknya layanan sistem on line pendaftaran serdos.
" Ada beberapa data yang sedang kita unggah dan gagal karena tiba-tiba server sertifikasi dosennya mati sejak dini hari tadi malam.. " kata Dian kepada Polkrim.
Dihubungi via telpon 031-5925xxx layanan Kopertis Wilayah VII, Surabaya tidak memberikan jawaban. Dari pengamatan yang dilakukan oleh Polkrim selama satu bulan terakhir, beberapa layanan on line yang diberikan oleh Kementerian Riset Dikti sering mengalami gangguan. Server layanan yang diberikan secara on line mengalami beberapa kendala layanan mendasar yang parah.
Situs Who.Is yang dijadikan lokasi untuk melakukan verifikasi eksistensi layanan server memberikan data bahwa layanan serdos yang diberikan oleh Kemenristek Dikti dalam kondisi tidak aktif. Sementara itu dari aplikasi penjejak domain whois.domaintools.com terlihat keanehan. Administrator serdos ristekdikti.go.id yang menamakan dirinya Yunus Khomeini memberikan nomer telepon palsu di data domaian sertifikasi dosen dengan nomer +623169688.
Padahal alamat administratornya ada di Gedung BPPT, di Jalan MH Thamrin No.8 Jakarta Pusat. Nomer kontak administrator dipastikan palsu, karena setelah dihubungi tidak bisa terhubung. Dan setelah dilakukan verifikasi kepada PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), nomer yang dicantumkan oleh administrator serdos berkode area 031 - Surabaya ternyata adalah nomer palsu.
Beberapa server data milik pemerintah kurang rapi dalam menerapkan layanan good governance, sehingga beberapa data yang diberikan bukan data yang valid. Padahal berdasarkan ketentuan dalam UU ITE (Informasi Dan Transaksi Elektronik) seluruh layanan elektronik yang diberikan oleh pemerintah harus menggunakan ketentuan pengelolaan yang baik (good governance) yang tidak mengijinkan adanya data yang tidak benar atau bahkan palsu seperti yang diberikan oleh administrator sertver dari layanan sertifikasi dosen (Vijay)

