Nahdlatul Ulama Berusia 102 tahun
Bandung
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempersiapkan peringatan 102 berdirinya organisasi dengan mengangkat tema Bekerja Bersama Umat untuk Indonesia Maslahat. PBNU juga merilis logo resmi acara, Senin (06/01) yang lalu di Jakarta.
Wakil Ketua Panitia Harlah ke-102 NU Nur Hidayat menyampaikan pesan sebagaimana yang dilansir oleh NU On Line tentang makna lambang yang dipakai.
"Dengan logo itu, kita berharap bahwa seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan memasuki tahun kedua setelah melewati abad pertama ini benar-benar menjadikan khidmah ijtimaiyah (pelayanan kemasyarakatan)," kata Nur Hidayat yang juga Wasekjen NU, di Gedung PBNU, di bilangan Kramat Raya Jakarta Pusat.
Ketua Umum PB NU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa rangkaian peringatan Harlah ke-102 NU diisi dengan agenda Kongres Pendidikan dan Kongres Keluarga Maslahat NU.
"Kegiatannya akan meng-address dua agenda kemasyarakatan utama yang menjadi kiprah dan domain dari NU, pendidikan dan menyangkut masyarakat di tingkat akar rumput," ujar Gus Yahya pada pers Jumat (3/1).
Acara harlah ke-102 dimulai dengan kick-off pada Kamis ini (16/1) dan puncaknya di Istora Senayan pada Rabu (5/2/2025).
PWNU Jawa Timur menggear rangkaian acara peringatan Harlah NU ini besar besaran.
Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu pusat kegiatan harlah. Sebanyak 200 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur akan ikut menyemarakkan acara pada 20-26 Januari 2025.
"Peringatan Harlah NU di Jawa Timur dan Raker 2025 dilaksanakan pada 24-25 Januari, oleh karena itu kami memeriahkannya dengan menggelar pameran pendidikan tinggi milik NU dan pameran UMKM di lingkungan NU," kata Kepala Ponpes Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hamid Wahid dalam keterangannya di Probolinggo, Sabtu (11/01)
PWNU Jawa Timur memilih Ponpes Nurul Jadid Paiton untuk pelaksanaan Harlah ke-102 NU dan Rapat Kerja 2025, sebagai bentuk tabarrukan atau penghormatan kepada pendiri Ponpes Nurul Jadid yang dikenal sebagai tokoh NU berpengaruh, yakni almarhum KH Zaini Mun'im.
Pameran UMKM diharapkan akan mendorong UMKM di lingkungan NU untuk maju, tumbuh berkembang dengan baik.
Menurut Abdul Hamid di masa depan juga bisa digelar pameran dalam satu kesatuan yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli (buyer).
Pameran UMKM dan Pendidikan Tinggi 2025 di sela acara Harlah NU ini, lanjutnya, diharapkan pula bisa menciptakan "benchmarking" bagi pendidikan di lingkungan NU.
"Ke depan bisa menjadi momentum yang rutin, apakah tahunan atau tiga tahunan, agar mendorong kemajuan pendidikan tinggi di NU," ujar Kiai Hamid.
Kiai Hamid menyampaikan pula bahwa pameran UMKM memamerkan produk makanan olahan, kerajinan tangan, busana Muslim hingga teknologi berbasis pesantren, termasuk "Rumah Arsip NU" yang berpusat di Gresik.
Selain kegiatan pameran, juga digelar workshop dan seminar pendidikan, forum bisnis dan investasi UMKM, penampilan seni dan budaya pesantren, serta talkshow inspiratif dengan pengusaha sukses Nahdliyin.
"Jadi, NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam penguatan ekonomi dan pendidikan bangsa," tutur Kiai Hamid.
Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-102 NU Tahun 2025, Maskuri menambahkan, pelaksanaan Harlah NU tahun ini di Ponpes Nurul Jadid bukan sekadar seremonial, tetapi juga merupakan bentuk tabarrukan kepada almarhum KH Zaini Mun'im (pendiri Ponpes Nurul Jadid).
"Perayaan Harlah NU ini sekaligus menjadi wujud penghormatan kami kepada jasa almarhum KH Zaini Mun'im yang telah memberikan kontribusi besar bagi NU dan umat Islam," katanya.
Rangkaian acara Harlah NU ini kemudian juga disambung dengan Kongres Internasional Muslimat NU dari 11-16 Februari yang dipusatkan di Surabaya. (MIG)
