Ada 15 juta perjalanan lalu lintas di Surabaya Raya

Ada 15 juta perjalanan lalu lintas di Surabaya Raya




Surabaya, Informatika News Line (07/02/2024)

Ada sekitar 15 jutaan perjalanan lalu lintas di wilayah Surabaya Raya. Data ini disampaikan oleh Wagub Jawa Timur Emil.E. Dardak kepada jurnalis, Rabu (07/02).

Emil menyatakan tepatnya, ada lebih 10,5 juta perjalanan di lalu lintas Surabaya Raya dan 1,6 juta perjalanan commuter setiap harinya. Atau ada sekitar 12,1 juta perjalanan keluar masuk Wilayah Surabaya Raya.


“Itu perjalanan pulang pergi setiap harinya. Yang kemudian harus kita pikirkan masa depannya (transportasi publik) bagaimana,” kata Emil Dardak.

Jumlah perjalanan orang yang fantastis ini masih belum efektif dilayani oleh tranportasi publik yang ada. Moda transportasi publik KRD, Bus, dan Trans Jatim yang terakhir diluncurkan masih belum efektif memecahkan masalah transportasi publik.

 Selain belum efektif, tingkat kenyamanan transportasi publik masih menjadi pekerjaan utama yang belum terpenuhi dengan baik.

Untuk mengatasi hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur merencanakan pembangunan mode transportasi Kereta Listrik (KRL). Kereta Listrik (KRL) ini akan melengkapi layanan kereta disel (KRD) yang selama ini telah beroperasi di Surabaya Raya. KRD selama ini telah melayani rute Surabaya Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Mojokerto, Pasuruan sampai Malang. Jalur Barat layanan KRD bahkan telah sampai ke Jawa Tengah (Cepu). 

Akan tetapi kapasitas KRD ini masih sangat terbatas.

Ervan Maksum Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian PPN/Bappenas dalam pertemuannya dengan Emil E Dardak di Gedung Grahadi (07/02) tersebut  menyatakan bahwa proyek kereta listrik yang dilabel SRRL ini ditargetkan beroperasi pada 2029. Dengan jumlah frekuensi angkutan mencapai 100 ribu orang perharinya.



“Sekarang ini dengan (kereta) diesel baru bisa melayani 7000 an orang per hari. Dengan mode KRL (Kereta listrik) Bisa melayani 100 ribu per hari, untuk fase pertamanya saja, dan ini kita prosesnya, kalau di timeline baru komersialisasi sekitar 2029,” ujar Ervan kepada pers di Gedung Grahadi.

Proyek Kereta Listrik Surabaya SRRL ini bernilai 3 Trilyun Rupiah dan saat ini sedang dalam tahap penawaran lelang.

Pada pengerjaan fase pertama, kereta listrik ini direncanakan akan menghubungkan Stasiun Sidoarjo ke Stasiun Gubeng. Dengan jarak sekitar 27 kilometer dan waktu tempuh 20 menit.


Baca Juga : Jalur Kereta Surabaya Malang Akan Dibangun Rusia ?


Ervan menyatakan tahap lelang proyek di awal tahun ini akan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Setelah ditentukan pemenangnya maka proyek akan memasuki tahap pengerjaan.

" Tahun 2024 ini kita lakukan international bidding, pelelangan. Butuh waktu sekitar enam bulan setelah itu baru pelaksanaan perencanaan. Tapi kita targetkan 2029 itu sudah running,” katanya.

Ervan menyatakan, pembiayaan proyek SRRL ini bersumber dari APBN dengan sistem pinjaman lunak dan tenor pembayaran yang panjang (MIG)










Lebih baru Lebih lama