Bandung, Informatika Newsline (2/04/2022)
Pemerintah telah mengumumkan ijin pergerakan pada akhir Ramadhan (Akhir April 2022). Akan tetapi profil serangan Covid-19 masih tercatat cukup besar dan terus bertambah. Akan tetapi beberapa indikator terlihat mengalami penurunan. Beberapa indikator yang tercatat dari statistik korban Covid 19 diantaranya adalah
(1) Penurunan jumlah kematian global turun dari 533 ribu menjadi 333 ribu
(2) Turunnya jumlah kasus infeksi menjadi 76 juta kasus infeksi dari sebelumnya 138 juta kasus
(3) Turunnya jumlah kasus yang masih aktif positif menjadi 79 juta kasus dari sebelumnya 88 juta kasus
(4) Tingkat kematian dari korban yang masih sakit terinfeksi, naik menjadi 7,76 % dari periode sebelumnya di angka 6,63 % (14/02/2022), akan tetapi masih jauh lebih rendah dari periode-periode sebelumnuya yang mencapai 15,0056 % (19/12/2021) dan 19,8240 % (3/10/2021)
(5) Prosentase tingkat kematian dari kasus positif total menunjukkan trend penurunan yang menggembirakan. Angka prosentase ini mencapai 1,2626 % turun dari angka prosentase sebelumnya sebesar 1,4169 % (14/02/2022), 1,9381 % (19/12/2021) dan 2,0461 % (3/10/2021).
Korban tewas Covid 19 per (2/04/2022) secara global mencapai lebih dari 6,1 juta orang (6.173.349) 5,8 juta orang (5.840.145). Selama 1,5 bulan terakhir (per 14/02/2022) 300 ribu orang tewas seluruh dunia (333.204) bandingkan ini dengan periode sebelumnya Desember-Februari yang menewaskan 533 ribu di seluruh dunia (533.080). Terdapat penurunan jumlah kematian sebesar 219 ribu, data ini menunjukkan simpangan penurunan kematian yang drastis. Periode sebelumnya ada kenaikan kematian sebesar 45 ribu orang di seluruh dunia. Penurunan jumlah kematian ini menjadi salah satu berita baik kondisi Pandemi Covid-19.
Sebanyak 488 juta lebih manusia di seluruh dunia yang terinfeksi (488.925.949). Sebanyak 76 juta infeksi baru di seluruh dunia (76.740.544) dalam 1,5 bulan terakhir. Pada periode pengamatan sebelumnya terdapat kasus infeksi sebesar 138 juta lebih. Terjadi penurunan jumlah infeksi hampir 50 %. Data ini menggembirakan karena pada periode sebelumnya kenaikan jumlah infeksi mencapai 3 kali lipat.
Berdasarkan data global terbaru Indonesia turun di posisi 18 negara paling berbahaya, posisi ini turun dari periode sebelumnya di rangking 17 (14/02/2022), 15 (19/12/2021) dan 14 (3/10/2021).

