Ideologi Sang Wahyu

Ideologi Sang Wahyu

 











Sebuah Prosa Inspiratif 


BUKU Tetralogi : Ideologi Sang Wahyu, adalah karya prosa yang menceritakan kisah perjuangan seorang manusia, seorang ayah teladan, yang senantiasa memberikan nasihat, contoh untuk seluruh keluarganya. Bagi sebagian pembaca kisah prosa atau novel ini seperti sebuah cerita hidup yang berasal dari sebuah kisah nyata.

Akan tetapi realitas atau kenyataan adalah hal yang paling absurb dalam sebuah novel. Jika para pembaca menempatkan novel ini dalam kerangka kisah nyata, maka tokoh tokoh yang dicuplik dan berperan dalam novel ini akan muncul menjadi real. Tokoh tokoh nyata akan ditemukan dalam sebuah bingkai waktu dan sejarah. Akan tetapi bagaimana kisah mereka yang sebenarnya, hanya akan didapat dengan baik jika mengkaji biografi mereka.

Akan tetapi novel ini tidak didisain sebagai sebuah biografi apalagi catatan sejarah. Novel ini adalah sebuah kreasi seni penulis, sama seperti jutaan novel novel lain yang pernah dibuat.


KATA PENGANTAR



















Sang Pemberi Inspirasi 

di manakah diriMU
di dimensi mana 
aku harus memetakan eksistensiMU

BUKU Tetralogi : Ideologi Sang Wahyu, adalah karya prosa yang menceritakan tentang kisah perjuangan seorang manusia, seorang ayah teladan yang senantiasa memberikan nasihat, contoh untuk seluruh keluarganya.

Bagi sebagian pembaca kisah prosa atau novel ini seperti sebuah cerita hidup yang berasal dari sebuah kisah nyata. Akan tetapi realitas atau kenyataan adalah hal yang paling absurb dalam sebuah novel.

Daripada bertengkar dan berdiskusi tentang latar atau setting novel, atau kisah nyata atau kisah rekaan yang hanya menyentuh aspek non existensial yang tidak penting, lebih baik menikmati novel ini dengan mendapatkan berbagai makna essensial yang lebih menyegarkan dibandingkan diskusi mengenai sampul sebuah novel.

Jika para pembaca menempatkan novel ini dalam kerangka kisah nyata, maka tokoh tokoh yang dicuplik dan berperan dalam novel ini akan muncul menjadi real. Tokoh tokoh nyata akan ditemukan dalam sebuah bingkai waktu dan sejarah. Akan tetapi bagaimana kisah mereka yang sebenarnya, hanya akan difahami dengan lebih baik jika mengkaji biografi mereka. 

Akan tetapi novel ini tidak didisain sebagai sebuah biografi apalagi catatan sejarah. Novel ini adalah sebuah kreasi seni penulis, sama seperti jutaan novel novel lain yang pernah dibuat.


Bandung, 2016-2017

Bersama kenang-kenangan 
terindah untuk ayahanda 
yang tidak pernah tergantikan
selama-lamanya.....  



Bersama kenang-kenangan 
terindah untuk ayahanda 
yang tidak pernah tergantikan
selama-lamanya.....  

















PROLOG

SUBUH YANG SUNYI
Tahun baru baru berjalan kurang dari 5 jam
Ketika dunia baru menyambutmu
Kau tinggalkan kami dalam senyummu
Diam diam kau pergi 
Sambil melafadzkan Tauhid 
perlahan beberapa kali 
sampai nafas hangatmu yang lembut berlalu
Dan kedamaian, selama lamanya


Depan Koramil Sumberrejo dipenuhi oleh orang orang yang datang. Tidak jelas siapa saja yang hari Minggu itu datang, tapi manusia berlimpah ruah, datang menengok dan menemani anggota keluarga sholat. Sebuah sholat perpisahan yang syahdu dilakukan di ruang masjid yang tiangnya kau pancangkan untuk 200 tahun atau 500 tahun lagi.

Setelah itu semua dengan cepat bergegas mengantarkanmu ke sebuah ruangan yang luas. Ruangan yang menjadi mimpi semua orang yang rindu kembali ke asal muasal sejatinya.

Beberapa penjaga ruangan yang rapi menyambutmu dengan ramah.

"Selamat pagi Pak, rencana rapat hari ini jam berapa ya Pak."

Sunyi senyap tidak ada suara, hanya semerbak wangi bunga yang mengharum menyergap jiwa jiwa yang suci, membawa ke puncak kesejatian penciptaan bersama Sang Abadi
.....

Bapak seperti biasa berpakaian rapi meski sederhana, sebuah stopmap berisi konsep pembangunan gedung pintar smart building di tangannya. Rapat hari ini jam 10 pagi lebih sedikit.

Berbeda dengan Kepala Dinas Informasi di daerah lain, Bapak beruntung memiliki koneksi kuat ke pemerintah pusat. Pada saat era otonomi daerah yang menurut sementara orang kebablasan, Bapak justru membangun komunikasi yang erat dengan Kementerian Komunikasi Dan Informatika di Jakarta.

Setelah beberapa kepala sub dinas berkumpul Bapak mulai menyampaikan beberapa ide mendasarnya tentang smart building yang akan menjadi dasar utama dari layanan e-government di Kabupaten Mojokerto.

" Konsep itu ndak akan laku Pak...."
" Kenapa begitu Pak Sukis ?" tanya Bapak
" Ya orang Pemda nanti tidak akan lagi dapat ceperan ..... Pak ..."

Semua orang dalam ruangan rapat tertawa mendengar komentar Pak Sukis yang lugu.

" Wah benar juga, jadi bagaimana ya kita mensikapi konsep smart building ini," kata Bapak lagi.

Diskusi menjadi ramai, karena ide layanan yang memudahkan rakyat banyak itu, ternyata harus dilawan dengan budaya pemerintahan yang korup di seluruh sektor.

Bapak berpikir keras, mencoba mencari solusi yang paling tepat untuk memecahkan masalah ini.

(CODE.LE.270618.220718)

Bagian Satu : BINTANG PELAJAR YANG TERANG BENDERANG (broken link)  link baru






Lihat News Up Date Informatika NewsLine

Baca Juga

Ratusan Pejabat Kunci Di 100 Lebih Pemda, Positif Covid-19

Lihat : Data Lengkap Pejabat Pemda yang terkena serangan Covid-19.




 

First Pub. 25 April 2021











Lebih baru Lebih lama